Siapa Sosok 'Kajati Bicara Sunda' yang Disinggung Arteria Dahlan?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 11:06 WIB
Arteria Dahlan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Foto: Arteria Dahlan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Bandung -

Pernyataan kontroversi Arteria Dahlan yang minta Kajati dicopot gegara berbicara bahasa Sunda berbuntut panjang. Lalu siapa sosok Kajati yang dimaksud anggota DPR RI itu?

Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono menuturkan awalnya dia berasumsi Kajati yang dimaksud rekan sesama partainya itu ialah Kajati Jabar Asep N Mulyana. Akan tetapi, dia langsung mengkonfirmasi hal tersebut kepada Asep.

"Yang lapor ke saya kan cerita, ngomong bahasa Sunda dan saya tidak yakin itu semua disampaikan dalam bahasa Sunda, asumsi saya ya pasti Kajati Sunda audiensnya orang Sunda. Jadi, saya rasa nih terjadi di Jawa Barat, terus kemarin sore Pak Asep saya konfirmasi Kajati Jabar," ucap Ono saat dihubungi, Rabu (19/1/2022).

Ono menuturkan saat mengkonfirmasi langsung ke Asep, Kajati Jabar itu menyatakan bahwa yang dimaksud bukan dirinya. Sebab, kata Ono, dari penuturan Asep saat pernyataan itu dilontarkan Arteria, justru Arteria memuji kinerja Asep yang menuntut pemerkosa 13 santriwati Herry Wirawan dengan hukuman mati.

"Pak Asep Jawab, mungkin yang dimaksud bukan saya, karena disaat yang bersamaan Pak Asep juga kirim video Arteria Dahlan muji-muji Kajati Jabar, terkait tuntutan Herry Wirawan," tuturnya.

Kendati demikian, siapapun Kajati yang dimaksud, sambung Ono, dia menyesalkan pernyataan Arteria. Menurut Ono, suatu kewajaran bila ada dalam suatu forum berbicara menggunakan bahasa daerah.

"Nah, tapi sebenarnya siapapun Kajati-nya saya yakni bahwa penyampaian bahasa daerah dalam momen rapat itu kan bertujuan mengakrabkan, sama seperti saya misalnya sama teman-teman di DPR bertemu konstituen di dapil pasti akan menyesuaikan, menggunakan bahasa daerah untuk mengakrabkan, tidak ada masalah. Kecuali dalam konteks misalnya penyampaiannya dalam bahasa Sunda semua di forum rapat yang audience-nya berbagai macam suku menggunakan bahasa daerah berbeda-beda," kata dia.

Sehingga, dia menilai pernyataan Arteria yang sampai meminta Jaksa Agung mencopot Kajati berbahasa Sunda amat berlebihan. Dia meminta agar Jaksa Agung mengabaikan permintaan Arteria tersebut.

"Saya yakin itu untuk mengakrabkan saja, sehingga tuntutan untuk mengganti itu sangat berlebihan. Abaikan saja permintaan itu (Arteria)," katanya.

Sebelumnya, saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1), Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja. Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," katanya.

Simak Video 'Ridwan Kamil Tuntut Arteria Minta Maaf ke Masyarakat Sunda':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)