OPM Minyak Goreng 'Ngaret', Pemkot Sukabumi Minta Maaf

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 18:08 WIB
Sejumlah ibu-ibu di halaman Pasar Pelita, Kota Sukabumi kecewa karena keterlambatan operasi pasar murah (OPM) minyak goreng, Senin (17/1/2022)
Foto: Sejumlah ibu-ibu antre OPM minyak goreng di Kota Sukabumi (Siti Fatimah/detikcom).
Sukabumi -

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah meminta maaf atas keterlambatan operasi pasar murah (OPM) minyak goreng yang dinantikan masyarakat.

Kabid Perdagangan Diskoperindag Kota Sukabumi Widya Yudha Setiawan mengatakan awalnya operasi pasar ini dijadwalkan pada pagi hari. Namun, karena beberapa kondisi di lapangan menyebabkan pelaksanaan terlambat hingga baru dibuka pada pukul 14.45 WIB.

"Mohon maaf juga kaitan dengan keterlambatan karena memang kita diagendakan ini untuk logistik langsung dari Jakarta Barat, kita langsung konfirmasi dari hari Jumat (14/1) sampai Minggu (15/1) pun sudah ada perwakilan yang datang ke kami karena memang diagendakan untuk pagi hari tapi ternyata dari logistik Jakbar itu baru keluar sekitar jam 08.00 WIB jadi estimasi sampai ke sini ba'da dzuhur," kata Yudha saat ditemui di Pasar Pelita, Senin (17/1/2022).

Selain itu, kata dia, sopir yang membawa logistik sempat tersesat di perjalanan. Alhasil menguras waktu selama di perjalanan. "Ditambah lagi sopirnya nyasar jadi baru kita terima sekitar pukul 14.30 WIB mulai dilaksanakan," sambungnya.

Secara umum, Yudha menjelaskan kegiatan OPM ini merupakan yang ketiga kali dilakukan dengan jumlah minyak sebanyak 25 ribu liter. Menurutnya, karena kondisi CPO (Crude Palm Oil) dunia untuk kelapa sawit masih tinggi maka pemerintah menggelar operasi pasar minyak.

"Kita dapat instruksi langsung dari Menteri Perdagangan sebagai teknis pelaksanaan ini langsung oleh produsen tidak oleh Disperindag. Jadi dari pelaksanaan kegiatan Insya Allah dua hari ke depan, hari ini dan besok dilaksanakan sampai dengan penjualan di 25 ribu liter ini habis terjual di Kota Sukabumi," paparnya.

Saat ditanya perihal batasan pembelian per orang maksimal dua liter, Yudha menjawab agar seluruh masyarakat turut merasakan minyak goreng murah. Jika ternyata ada stok lebih, maka produsen akan mengatur teknis peruntukannya.

"Kaitan dengan pembatasan, yang penting kita ini berusaha maksimal agar semua warga yang mengantri ini mendapatkan jatahnya. Dibatasi dua (liter) itu berharap semua warga bisa tercukupi. Adapun kalau misalnya kelebihan, teknisnya nanti dibicarakan oleh produsen yang menangani," jawabnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki Diskoperindag, harga untuk komoditi minyak goreng curah per hari ini di angka Rp 17.500, sedangkan minyak kemasan sudah di angka Rp 19.500.

"Kita jual di angka Rp 14.000. Untuk penurunan di pasar bebas memang belum, makanya kita operasikan pasar murah per liter," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah ibu-ibu di halaman Pasar Pelita, Kota Sukabumi kecewa karena keterlambatan operasi pasar murah (OPM) minyak goreng. Sebagian besar ibu-ibu mengaku sudah datang sejak pukul 07.00 WIB dan stok minyak baru tiba tujuh jam kemudian, yakni pukul 14.45 WIB.

Kekesalan warga sempat ditunjukkan saat mengantre. Mereka sempat berteriak karena terlalu lama menunggu dan menyangka ada mobil datang yang memuat minyak goreng murah. Namun ternyata, mobil tersebut bukan mengangkut minyak goreng.

(mso/bbn)