Ditipu Cucu Tiri, Nenek Ellen Juga Kehilangan USD 250 Ribu

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 17:55 WIB
Bandung Barat -

Kehidupan masa tua yang indah nampaknya belum bisa dinikmati Ellen Plaissaer Sjair, warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kini tengah dirundung masalah hukum akibat ulah sang cucu tiri.

Wanita berusia 80 tahun itu terancam diusir dari rumahnya setelah cucu tirinya IW menjual lahan seluas 3.230 meter yang di atasnya berdiri rumah Nenek Ellen. IW menjual lahan dan rumah peninggalan sang kakek senilai Rp 2,8 miliar dengan cara memalsukan tanda tangan surat kuasa pada tahun 2014 lalu.

Nyatanya Nenek Ellen tak cuma terancam kehilangan rumah, pensiunan guru itu juga harus kehilangan deposito senilai 250 ribu dollar peninggalan suaminya yang telah meninggal dunia.

"Termasuk uang 250 ribu dollar (Amerika). Padahal deposito itu sebetulnya untuk saya hidup setelah suami meninggal karena kan tidak dapat pensiun dari beliau. Tapi ya nyatanya tidak bisa dinikmati karena diambil juga," ujar Ellen kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Kemudian pada tahun 2014, IW menjual rumah yang ditempati Nenek Ellen sejak tahun 1991. Dari denah lahan bangunan rumah yang ditempati Nenek Ellen ada di bagian dalam lahan yang cukup luas itu. Rumahnya bersebelahan dengan rumah sang cucu tiri yang kini bangunannya ditinggalkan terbengkalai.

"Akhirnya rumah ini sudah bukan rumah ibu lagi, tapi berganti jadi nama pembelinya. Padahal rumah ini dijual tanpa sepengetahuan saya bahkan tandatangan saya dipalsukan," kata Ellen.

Nenek Ellen bukannya tanpa upaya. Dia telah melaporkan perbuatan cucu tirinya itu ke polisi. Upayanya membuahkan hasil, IW divonis dua tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung pada 2017 karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana akta otentik.

"Perkara bergulir karena saat itu ada dua perkara yaitu pidana dan perdata. Nah untuk pidananya ibu menang, tapi kasus perdatanya kalah terus dari mulai pengadilan negeri hingga PK," ujar Ellen.

Perjuangan Nenek Ellen mempertahankan rumah penuh kenangan itu ternyata menguras uang miliknya. Padahal uang itu merupakan bekal dari almarhum suaminya untuk menghabiskan masa tua.

"Uang juga sudah habis-habisan, tapi saya juga sudah beberapa kali harus keluar dari rumah ini. Tapi ada penangguhan untuk pengusiran dan sekarang sedang berusaha lagi mengajukan banding," ucap Ellen.

Kisah pilunya itu diharapkan bisa didengar oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Ridwan Kamil, dan Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan agar bisa membantunya dalam menyelesaikan kasus ini. Ia ingin merasakan ketenangan saat menghabiskan masa tuanya di rumah yang sudah ditempati sejak tahun 1991 tersebut.

"Saya mohon kepada Pak Presiden Jokowi, Gubernur Kang Emil, juga Bupati Bandung Barat tolonglah kasus ini supaya ibu tidak terusir dari rumah ini. Ibu enggak minta ganti rugi, cuma ingin rumah ini kembali jadi milik ibu," pungkas Ellen.

(mso/bbn)