Data BPS 2021: 46,52% Warga Kabupaten Lebak Tamatan SD

Fathul Rizqoh - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 17:24 WIB
34.555 Madrasah Siap untuk PTM Terbatas 2022
Foto: Ilustrasi (A.Prasetia/detikcom).
Lebak -

Tingkat pendidikan di Kabupaten Lebak masih terbilang rendah. Pasalnya berdasarkan data yang ada, dari 1,3 juta penduduk rata-rata lama sekolah (RLS) yang ditempuh hanya 6,41 tahun atau hanya mampu menyekolahkan anaknya sampai tingkat SMP kelas satu.

Hal itu diketahui dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lebak tahun 2021. Dari data BPS tersebut diketahui penduduk Lebak paling banyak lulusan SD mencapai 46,52 persen. Disusul lulusan SMP sebanyak 19,78 persen, kemudian lulusan SMA sebanyak 13,99 persen.

"Jadi secara umum tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk Lebak baru lulus SD dan sedikit yang melanjutkan ke jenjang SLTP (SMP)," katanya sebagaimana dikutip detikcom dari rilis Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lebak Tahun 2021, Senin (17/1/2022).

Melihat dari data yang ada, Pemkab Lebak mempunyai banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Meskipun angka RLS di Kabupaten Lebak terus merangkak naik sejak empat tahun terakhir, yaitu 6,20 tahun pada 2017, 6,21 tahun pada 2018, 6,31 tahun pada 2019, 6,40 tahun pada 2020, dan 6,41 tahun pada 2021.

Namun angka tersebut belum cukup untuk mencapai program wajib belajar yang digagas oleh Pemerintah Pusat, yakni pendidikan dasar (wajar diknas) 9 tahun.

"Melihat perkembangan tahun-tahun sebelumnya, untuk mencapai rata-rata lama sekolah 9 tahun akan memerlukan waktu yang cukup panjang," tulisnya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi rata-rata lama sekolah adalah partisipasi masyarakat untuk bersekolah. Untuk anak SD usia 7-12 tahun, angka partisipasi sekolahnya sebesar 98,11 persen, sisanya sebesar 1,89 persen tidak bersekolah.

Jika dibandingkan dengan partisipasi sekolah anak usia SD, partisipasi sekolah anak SMP/SLTP usia 13-15 tahun berada di bawahnya. Baru mencapai 93,7 persen atau dari 100 anak usia SMP ada sekitar 7 anak yang tidak bersekolah.

Sementara angka partisipasi anak SMA/ SLTA usia 16-18 tahun jauh lebih rendah, yaitu 51,59 persen. Artinya, dari 100 anak usia SMA hanya 52 anak yang sedang duduk di bangku sekolah.

BPS Kabupaten Lebak berharap, Pemkab Lebak bisa menangani persoalan ini. Salah satunya, dengan membuat program yang memudahkan masyarakat mencapai jenjang pendidikan SMP.

"Perlu juga menyadarkan masyarakat agar termotivasi untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," pungkasnya.

Simak juga video 'Epidemiolog Singgung Ancaman Omicron Bagi Anak':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/bbn)