Pemkab Lebak Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

Fathul Rizqoh - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 16:49 WIB
Warga dibantu personel TNI membersihkan bangunan rumahnya yang rusak di Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1/2022). Sebanyak 1.231 rumah dengan rincian 226 rusak berat, 290 rusak sedang, 715 rusak ringan, dan 14 puskesmas di tiga daerah di Banten rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,6 SR yang terjadi pada Jumat (14/1) kemarin. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/HP.
Foto: Sejumlah rumah rusak akibat gempa Banten (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas).
Lebak -

Pemerintah Kabupaten Lebak resmi menetapkan status tanggap darurat bencana gempa selama 14 hari ke depan. Hal itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 360/Kep.39-BPBD/2022 yang ditandatangani oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan status ini ditetapkan merespons bencana gempa bumi M 6,6 yang terjadi pada Jumat (14/1) lalu.

"Kita (Lebak) dan Pandeglang sama-sama menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Dimulai tanggal 14 Januari hingga 27 Januari," katanya dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (16/1/2022).

Febby menyebutkan penetapan ini diambil guna menangani korban bencana gempa bumi di Kabupaten Lebak. Adapun penanganan yang dimaksud seperti memberikan kebutuhan dasar bagi 273 rumah terdampak gempa.

"Kebutuhan dasar, nanti kita bagikan 3 hari sekali sampai masa tanggap darurat selesai," ujarnya.

Selain itu, Pemkab Lebak akan menurunkan tim untuk memverifikasi rumah terdampak gempa. Tujuannya untuk menghitung berapa kerugian yang dialami korban.

Menurutnya, data yang ada saat ini berasal dari laporan Desa dan Kecamatan. Sehingga, diperlukan tim verifikasi untuk mengetahui keakuratan data.

"Berkaca pada bencana 2018, mulai hari Senin (17/1) akan melakukan verifikasi rumah terdampak. Dengan tim teknis DPUPR dan Perkim yang mengerti standar konstruksi bangunan," tuturnya.

Data yang sudah diverifikasi ini, kata Febby, akan diberikan kepada Bupati Lebak untuk selanjutnya diambil kebijakan. "Setelah hasil diperoleh, nanti akan diambil kebijakan oleh Bupati. Apakah akan ditangani Pemda, Provinsi atau BNPB," jelasnya.

Selama status tanggap darurat bencana, BPBD Lebak mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati apabila terjadi gempa susulan. Masyarakat pun diminta waspada dengan bencana lain seperti banjir dan tanah longsor.

"Mengecek kembali rumah-rumah kemarin yang terasa gempa, apakah ditemukan keretakan atau struktur yang berubah. Kemudian dimusim hujan ini harus diwaspadai selain gempa ada juga banjir ataupun longsor. Itu salah satu hal yang patut di waspadai," pungkasnya.

(mso/bbn)