Ketua RW Buka Suara soal Dugaan Rusak-Tutup PAUD di Sukabumi

Siti Fatimah - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 16:42 WIB
Pagar sebuah Paud di Sukabumi diduga dirantai pengurus RW.
Foto: Gedung PAUD di Sukabumi diduga dirantai pengurus RW (Istimewa).
Sukabumi -

Baru-baru ini masyarakat Sukabumi dihebohkan dengan dugaan pengurus RW yang menutup dan merusak fasilitas publik berupa gedung pendidikan anak usia dini (PAUD). Tepatnya di PAUD Anggrek 9, Puri Cibeureum Permai II, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Ketua RW 09, Sugeng Harijadi buka suara terkait sangkaan tersebut. Awalnya dia mengatakan, dalam masa jabatannya ada dua pekerjaan rumah (PR) yang menjadi tanggung jawabnya. Keduanya yaitu soal jalan dan PAUD.

"Masalah jalan dan PAUD belum clear. Di situ ada amanah bahwa PAUD itu harus dibenahi, dirapihkan dan ditata," kata Sugeng kepada detikcom, Minggu (16/1/2022).

Dia mengklaim gedung yang digunakan selama ini sebagai PAUD itu merupakan gedung milik pengurus RW dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Sukabumi. Kemudian, pengurus RW sebelumnya menyepakati peruntukkan gedung itu sebagai gedung PAUD.

"Itu punya gedung RW memang, dipinjamkan ke PAUD. Itu gedung RW. Pertama ada bantuan dari pemerintah ditambah swadaya masyarakat untuk membangun gedung RW. Karena dibentuk PAUD nggak punya gedung, udah pake gedung RW. Jadi yang lebih berhak itu pengurus RW (atas gedung tersebut)," katanya.

Selain itu, Sugeng pun mengatakan tujuannya adalah ingin meluruskan kepemilikan gedung tersebut. Namun pada dasarnya, ia mendukung jika gedung itu digunakan untuk fasilitas pendidikan anak.

"Sesuai dengan harapan bahwa saya ingin didudukan kepada semestinya PAUD itu pengelolaannya seperti ini loh. Saya senang jadi ada penengah, selama ini kan ga da. Jadi yang saya inginkan begini keputusannya, kelola PAUD itu bagaimana caranya. Kita ikutin," kata dia.

Hanya saja, dari kepengurusan RW sebelumnya, ia merasa diamanahkan untuk memperjelas status kedudukan gedung yang saat ini digunakan tersebut.

"Dari warga amanahnya bahwa gedung itu adalah gedung RW, terus diambil alih PAUD, ya itulah makanya saya disuruh meluruskan. Dari RW lama pun ke saya 'Pak RW itu harus diluruskan gedung itu gedung RW," paparnya.

Sementara itu perihal fasilitas mainan anak-anak yang rusak, Sugeng menyangkal kerusakan tersebut dilakukan olehnya dan pengurus RW. Menurutnya, alat-alat tersebut dibongkar karena sudah tidak layak pakai dan membahayakan.

"Ya memang sudah tua, sudah rusak makanya mau saya ganti. Karena berbahaya kalau untuk mainan anak-anak itu bisa jatuh. Saya juga punya cucu, cucu saya mau main itu ya saya larang. Takut membahayakan," tuturnya.

"Saya sebetulnya sudah kemufakatan bongkar lah itu membahayakan, kita ganti yang baru. Ga ada, pengurus RW merusak gila. Ga ada lah itu. Memang sudah tua dan rusak sendiri," sambungnya.

Dia berharap, permasalahan yang sudah berlangsung selama enam tahun terakhir ini segera terselesaikan. Adapun jika warga menginginkan perubahan Ketua RW, Sugeng akan menyambut baik keputusan tersebut. Sekedar informasi, saat ini Sugeng menjabat sebagai Ketua RW di periode kedua dengan pemilihan secara aklamasi.

"Harapan saya mudah-mudahan ini dari Dinas Pendidikan betul-betul, begini pengelolaan PAUD dalam prakteknya. Kalau masalah RW diganti saya serahkan ke warga, silahkan saja, sekaligus legalitas," kata Sugeng.

(mso/yum)