Jabar Hari Ini: Polisi 'Cuek' Kena Sanksi - Batita Dianiaya Ayah Tiri

ADVERTISEMENT

Jabar Hari Ini: Polisi 'Cuek' Kena Sanksi - Batita Dianiaya Ayah Tiri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 21:09 WIB
A litte girl sitting next to a window with her head down in sadness. Feeling depressed and hurt.
Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments
Bandung -

Mulai dari nenek berusia 80 tahun, Ellen Plaissaer Sjair, yang tengah mencari keadilan usai ditipu cucu tiri dan terancam diusir dari rumah.

Kemudian polisi di Ciamis yang menelusuri insiden 'Lingkaran Setan' di SMAN 1 Ciamis. Masih ada berita menarik lainnya di Jabar Hari Ini, berikut rangkumannya :

1.Lansia Bandung Cari Keadilan

Nenek Ellen Plaissaer Sjair terancam diusir dari rumah sendiri akibat tanda tangan kuasa penjualan rumah dipalsukan cucu tiri. Lansia berusia 80 tahun itu pun mempersiapkan langkah hukum.

Langkah hukum terakhir yang diupayakan Ellen yakni mengajukan gugatan perdata atas akta jual beli rumah yang dinilai cacat hukum ke Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung. Akan tetapi, gugatan tersebut tidak dapat diterima atau Niet Onvankelijkevaanklard (NO).

"Kami lagi melakukan upaya hukum banding atas putusan NO PN Bale Bandung," ujar Bobby Herlambang Siregar dari kantor hukum Willard Malau & Partners selaku kuasa hukum Ellen kepada detikcom, Kamis (13/1/2022).

Bobby menuturkan upaya hukum dilakukan lantaran dia menilai akta jual beli yang menjadi dasar cacat hukum. Sebab, kata dia, tanda tangan kuasa untuk menjual tanah di Blok Jayagiri, Kampung Jayagiri, RT 04 RW 11 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dipalsukan cici tiri berinisial IW.

Bahkan IW juga sudah dinyatakan bersalah oleh majelis hakim dengan vonis 2 tahun bui.

"Gugatan kami yang telah diputus NO di PN Bale Bandung menurut kami telah menciderai keadilan," katanya.

>>Baca Selengkapnya<<

2. Polisi Selidiki Insiden 'Lingkaran Setan'

Polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait aktivitas 'Lingkaran Setan' yang menyebabkan tiga pelajar SMAN 1 Ciamis terluka. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ciamis kini memanggil korban untuk dimintai keterangan.

Pada Kamis (13/1/2022), dua korban didampingi orang tuanya mendatangi Mapolres Ciamis, Jalan Jendral Sudirman. Mereka langsung menuju ruang unit PPA Satreskrim Polres Ciamis.

Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena mengatakan setelah menerima laporan, Rabu (12/1/2022) kemarin, langsung melakukan proses penyelidikan. Pada Kamis (13/1/2022), penyidik meminta keterangan korban dan saksi.

Sejauh ini menurut Magdalena belum ada upaya islah dalam kasus peristiwa ini. Polisi saat ini masih terus melakukan pendalaman.

>>Baca Selengkapnya<<

3. Tiga Daerah Jabar Capai Vaksinasi 100 Persen

Tiga daerah di Jawa Barat telah mencapai tingkat vaksinasi 100 persen untuk dosis pertama. Tiga daerah itu yakni Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kota Bandung. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengapresiasi hal itu.

"Bandung ini sudah keren karena sudah 100 persen lebih, hanya 3 kota di Jawa Barat yang melebihi 100 persen. Kota Bandung, Kota Bogor dan Cimahi," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Kamis (13/1/2022).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyebut, jika capaian vaksinasi sudah 100 persen maka vaksinasi booster pun akan dilakukan.

>>Baca Selengkapnya<<

4.Balita Sukabumi Dianiaya Ayah Tiri

Batita perempuan menjadi korban kekerasan di Kota Sukabumi. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Unit Daerah (RSUD) Syamsudin dengan luka memar di bagian wajah dan mata.

Ketua Tim Penanganan Informasi dan Komplain RS Syamsudin Sukabumi Muhammad Yusuf Ginanjar mengatakan korban mendapatkan perawatan sekitar tiga hari. Saat tiba di IGD, korban masih dalam kondisi sadar.

"Pasien datang ke IGD tanggal 8 Januari dalam kondisi pasien sadar saat itu, namun ditemukan tanda-tanda memar di wajahnya, di kedua matanya. Namun saat itu kondisinya bagus, sadar dan saat di IGD oleh dokter jaga dikonsulkan kepada dokter spesialis bedah saraf," kata Yusuf di RS Syamsuddin, Kamis (13/1/2022).

>>Baca Selengkapanya<<

5.Polisi Cuek di Bogor kena Sanksi

Oknum polisi di Polsek Cileungsi, Aipda AS, yang sempat cueki laporan ojol kehilangan sepeda motor, telah menjalani sidang kode etik. Oknum polisi tersebut dihukum demosi.

"Sudah disidang hari ini. (Sanksi) demosi," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat dihubungi wartawan, Kamis (13/1/2022).

Polres Bogor merekomendasikan oknum polisi itu dimutasi ke Polda Jawa Barat.

"Iya, kita ajukan ke Polda (Jabar)," lanjutnya.

Iman mengatakan pihaknya telah mempertemukan ojol dengan oknum polisi tersebut. Oknum polisi itu telah meminta maaf.

"Sudah, sudah dipertemukan. Itu kan sudah saling minta maaf," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum Polsek Cileungsi sempat tidak menggubris laporan dari ojol saat membuat surat kehilangan. Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya langsung menindak tegas oknum tersebut begitu memastikan kebenaran peristiwa tersebut.

>>Baca Selengkapnya<<

(yum/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT