Catat! Ini Lokasi Vaksinasi Booster COVID-19 di Kabupaten Bandung

Yuga Hassani - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 19:45 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - JANUARY 13: A health worker prepares a dose of the AstraZeneca COVID-19 booster vaccine during the booster vaccination program on January 13, 2022 in Yogyakarta, Indonesia. While Southeast Asias vaccination programs have gathered pace, many countries in the region are yet to hit the high vaccination rates seen in developed nations. The emergence of Omicron in the region is adding to the urgency in countries like Indonesia, which has only fully vaccinated about 42 percent of its population as of last week, according to publicly available vaccination data. Some places in the region, such as Indonesia and Thailand, have rolled out a booster program alongside their primary vaccination programs in an attempt to aggressively bridge the gap. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Bandung -

Pelaksanaan vaksin booster COVID-19 di Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di empat rumah sakit pada Jumat (14/1/2022). Empat rumah sakit itu yakni RSUD Majalaya, Soreang Otista, RSUD Majalengka dan Al Ihsan Baleendah.

"Kita saat ini sudah melakukan persiapan, insyaallah kita persiapan di empat RSUD, yakni Majalaya, Soreang (Otista), (RSUD) Cicalengka, dan (RSUD) Al Ihsan," ujar Kadinkes Kabupaten Bandung Grace Mediana saat dihubungi detikcom, Kamis (13/1/2022).

Pihaknya mengaku akan melihat perkembangan antusias masyarakat terhadap vaksinasi Booster tersebut di empat RSUD tersebut.

"Kita akan melihat animo masyarakat kaya gimana, dengan itu akan dilakukan di tempat yang lain lagi," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa vaksin Booster di proritaskan untuk lansia. Namun, kata dia, masyarakat lainnya pun bisa mengikutinya.

"Kita mengikuti arahan dari Kemenkes saja, mulai dari dosis, dan ketentuan-ketentuan kita mengikuti aturan yang berlaku," pungkasnya.

Ketua Divisi vaksinasi satgas penanganan COVID-19 Jabar Dedi Sopandi mengatakan vaksinasi booster sudah diberikan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, Pemprov Jabar mengajukan surat kepada pemerintah pusat lantaran vaksin yang dimiliki Pemprov Jabar akan kadaluarsa akhir Januari.

"Karena kita mengajukan surat kaitan dengan vaksin yang akan terancam kadaluarsa berakhir di Januari 2022. 184 ribu vaksin yang akan kadaluarsa di akhir Januari 2022 dan per kemarin, vaksin yang 184 ribu itu sudah tuntas semua," ucap Dedi kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Menurut Dedi, untuk vaksinasi booster ini Pemprov Jabar memiliki vaksin Sinovac, Astrazaneca dan juga Pfizer. Untuk sinovac ada kurang lebih 1 juta dosis, Astrazaneca ada 79 ribu dan pfizer 79 ribu.

"Itu semua belum terancam kadaluarsa. Hanya itu yang akan dipergunakan untuk melakukan booster," tuturnya.

(yum/bbn)