Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Airlangga, Ini Kata Pengamat

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 20:21 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi
Politisi Golkar sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi (Foto: Mei Amelia Rahmat/ detikcom)
Bandung -

Politikus Golkar Dedi Mulyadi menyalip elektabilitas Airlangga Hartarto, yang notabene ketua umum Golkar dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia tentang Top of Mind Pilihan Presiden pada periode survei 6-11 Desember 2021.

Dari hasil survei, elektabilitas Dedi Mulyadi meraih 1 persen atau di posisi ke-9, sementara Airlangga Hartarto jauh di bawahnya hanya 0,1 persen.

Sementara untuk posisi pertama ditempati Presiden Joko Widodo 20,8 persen, Prabowo Subianto 13,1 persen, Ganjar Pranowo 8,9 persen, Anies Basdewan di posisi keempat 8,7 persen. Posisi ke lima ditempati Ridwan Kamil dengan elektabilitas hanya 1,9 persen.

Pakar komunikasi politik dari Unwir Iman Soleh mengatakan, ada berbagai faktor yang membuat Dedi Mulyadi lebih moncer dibandingkan Airlangga. Salah satunya adalah belum seriusnya mesin partai berlogo beringin itu dalam menggenjot Airlangga ke kursi RI 1.

"Padahal Airlangga ketua umum partai, artinya bahwa Golkar sebagai mesin politik belum memompa Airlangga Hartarto sebagai capres, kemudian fenomena kebalikannya Dedi Mulyadi punya basis sendiri di dalam kanal Youtube yang dia olah, kan sudah di-subscribed dua juta lebih dan itu bukan hanya orang Jabar," kata Iman saat dihubungi detikcom, Rabu (12/1/2022).

"Sehingga kalau dilihat dari segi popularitas yakni Dedi lebih tinggi daripada Airlangga, kemudian konten yang dibuat di Youtube itu beragam, tidak hanya berbicara politik itu menyeluruh, ada permasalahan sosial, ekonomi yang tidak disentuh oleh calon presiden lain," kata Iman.

Iman mengatakan, sejauh ini Airlangga masih belum terlihat upayanya dalam membangun konten di platform digital. "Karena hampir semua masyarakat Indonesia itu memegang device untuk melihat perkembangan apapun sehingga, bila ada Dedi Mulyadi masuk lewat platform digital pasti dikenal," kata Iman.

"Hanya kekurangannya seorang Dedi Mulyadi belum ada tanda-tanda masuk ke panggung RI 1," kata Iman.

Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi mengatakan, bagaimana pun hasil dari suatu survei prefensi pemilih selalu dibangun pada menit-menit akhir jelang pemungutan suara.

"Bisa jadi bukan hanya Dedi Mulyadi yang popularitasnya mengalahkan ketua umumnya, saya yakin setiap kader melakukan kerja politik dan itu berarti berinvestasi secara elektoral," ujar Karim saat berbicang dengan detikcom, Rabu (12/12/2021).

Dedi Mulyadi sendiri mengaku tak mau ambil pusing. "Ah saya mah sekarang fokusnya kerja dulu," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini saat ditemui di Purwakarta, Selasa (11/1/2021) sore.

Jawaban yang sama dia lontarkan saat kemungkinan ia kembali bertarung di Pilgub Jabar 2023 nanti. "Saya mah tidak punya rencana apa-apa, hanya jalankan apa yang ada sekarang saja," ujarnya.

(yum/bbn)