Elektabilitas Lebih Tinggi dari Airlangga Hartarto, Dedi Mulyadi: Saya mah Fokus Kerja Ajah

Erna Mardiana - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 07:35 WIB
Dedi Mulyadi
Politikus Golkar Dedi Mulyadi(Foto: Istimewa)
Purwakarta -

Elektabilitas Politikus Golkar Dedi Mulyadi lebih tinggi dibandingkan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia tentang Top of Mind Pilihan Presiden.

Dari hasil survei, elektabilitas Dedi Mulyadi meraih 1 persen atau di posisi ke-9, sementara Airlangga Hartarto jauh di bawahnya hanya 0,1 persen.

Sementara untuk posisi pertama ditempati Presiden Joko Widodo 20,8 persen, Prabowo Subianto 13,1 persen, Ganjar Pranowo 8,9 persen, Anies Basdewan di posisi keempat 8,.7 persen. Posisi ke lima ditempati Ridwan Kamil dengan elektabilitas hanya 1,9 persen.

Survei dilakukan pada 6-11 Desember 2021 dengan melibatkan sebanyak 2020 responden, dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.

Toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen

Menanggapi soal survei itu, Dedi Mulyadi mengaku tak mau ambil pusing. "Saya mah Fokus Kerja Ajah.," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini saat ditemui di Purwakarta, Selasa (11/1/2021) sore.

Jawaban yang sama dia lontarkan saat kemungkinan ia kembali bertarung di Pilgub Jabar 2023 nanti. "Saya mah tidak punya rencana apa-apa, hanya jalankan apa yang ada sekarang saja," ujarnya.

Dedi Kalahkan Airlangga Tak Aneh

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Melchias Markus Mekeng mengaku tak terkejut apabila hasil survei Dedi Mulyadi lebih tinggi dari Airlangga.

"Tak terkejut, karena Dedi cukup lumayan (populer) dibandingkan Pak Ketum," ujarnya.

Menurutnya Dedi bisa memanfaatkan media sosial dengan baik untuk personal brandingnya selama ini. "Youtubenya sudah ditonton jutaan orang. Kalau orang sudah senang, mereka akan memilih," katanya.

Mekeng melihat kepribadian Dedi yang bisa dekat dengan semua kalangan masyarakat tanpa melihat strata sosial, membuatnya mudah disukai orang.

"Dengan dahsyatnya media sosial saat ini, publik lebih pintar. Mereka bisa lihat mana yang pura-pura, diputa-buat dan natural. Nah Dedi ini memang natural, Pak Ketum bisa mengikutinya," kata Mekeng.

"Dia juga kan tinggal di Jabar dan juga bisa dekat dengan warga Jabar tanpa dibuat-buat," ujarnya.

Mekeng menyatakan hasil elektabilitas ini menjadi modal kuat bagi Dedi apabila kembali maju di Pilgub Jabar. Sebab dałam mekanisme partai, hasil survei menjadi pertimbangan pertama seorang kader didukung maju atau tidak.

Namun, kata Mekeng, pembahasan mengenai Pilgub Jabar masih jauh karena sampai saat ini belum ada tahapannya. "Belum lah, nanti kalau sudah ada tahapan baru parpol membuka peluang bagi mereka yang akan maju," tandasnya.

(yum/bbn)