Desak Dewan Minta Maaf soal Dugaan Korupsi Bansos, Mahasiswa Demo di DPRD

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 16:46 WIB
Demo mahasiswa Sukabumi.
Foto: Demo mahasiswa Sukabumi (Siti Fatimah/detikcom).
Sukabumi -

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Cikole, Rabu (12/1/2022).

Aksi unjuk rasa tersebut menuntut agar ketua dan anggota DPRD Kota Sukabumi untuk melakukan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait adanya dugaan korupsi atau penyalahgunaan bantuan sosial bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB).

"Menuntut yang pastinya anggota DPRD Kota Sukabumi yang terlibat dalam kasus bantuan sosial yang ada di Diskoperindag untuk melakukan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Sukabumi," kata Ketua PB Himasi Danial Fadhilah.

Dia mengatakan sejauh penelusuran PB Himasi, anggota dewan yang terlibat sudah memohon maaf secara internal kepada masing-masing fraksinya. "Yang kami yakini ketika mereka meminta maaf kepada fraksinya masing-masing berarti mereka mengakui bahwa mereka telah melakukan tindak pidana korupsi," ujarnya.

Pimpinan DPRD Kota Sukabumi pun turut terseret dalam dugaan korupsi bansos tersebut. Ia diduga menjadi penerima bantuan sekaligus yang memberikan bantuan sosial dalam jabatannya sebagai Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

"Kesalahan, terindikasi melakukan KKN. Ada bantuan-bantuan sosial berupa kelompok usaha bersama yang diduga fiktif ataupun terindikasi nepotisme karena ada contohnya Ketua DPRD yang memberikan bantuan terhadap salah satu mesjid yang diterima oleh dia sendiri. Jadi H. Kamal memberikan bantuan kepada H. Kamal," paparnya.

Danial menerangkan akibat KUB fiktif yang dilakukan Ketua DPRD dan fraksinya tersebut negara diprediksi mengalami kerugian negara, hingga mencapai Rp 200-Rp 300 juta.

"Apalagi dengan anggota lainnya. Ini sangat jelas ini akhirnya merugikan negara," katanya.