Habis Airlangga-Puan, Muncul Baliho Ridwan Kamil Presiden 2024 di Cianjur

Ismet Slamet - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 18:02 WIB
baliho Ridwan Kamil for presiden terpasang di kawasan Tugu Tauci Cianjur
Baliho Ridwan Kamil for presiden terpasang di kawasan Tugu Tauci Cianjur (Ismet Slamet/detikcom)
Cianjur -

Beberapa waktu lalu, masyarakat diramaikan dengan berteberannya baliho Puan Maharani dan Airlangga Hartanto, kali ini di Kabupaten Cianjur juga terpasang Baliho Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bertuliskan "for President 2024".

Baliho tersebut terpasang di papan reklame di kawasan Tugu Tauco di Jalan HOS Cokroaminoto. Dalam baliho tersebut tampak foto Ridwan Kamil mengenakan rompi hijau dan kacamata hitam. Tertera logo bertuliskan RK Brother di bagian atas baliho.

Pada bagian tengahnya terdapat tulisan "Emang sih roda dua, Tapi hati kita tak pernah mendua untuk Indonesia".

Selain itu di bagian bawah juga tertera kalimat "RK for President 2024". Ridwan Kamil memang digadang-gadang menjadi salah satu kandidat bakal calon presiden di Pilpres 2024. Namanya disandingkan dengan banyak nama besar lainnya yang juga berpotensi menjadi bakal calon presiden.

Selain baliho Ridwan Kamil, sebelumnya juga bertebaran baliho Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto hingga Puan Maharani.

Fauzi (27), mengatakan sejak beberapa bulan terakhir di Cianjur marak bertebaran baliho tokoh politik dengan embel-embel sebagai calon presiden 2024.

Dia menyayangkan hal tersebut, sebab seharusnya semua pihak berfokus pada penanganan pandemi COVID-19.

"Daripada sibuk ke pencalonan presiden yang masih lama, lebih baik fokus penanganan COVID-19. mau itu tokohnya atau pendukungnya. Masyarakat masih dipusingkan dengan dampak pandemi, lebih baik bekerjasama dulu menyelesaikan pandemi, baru berbicara pencalonan presiden," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur Komarudin mengaku akan mengecek soal legalitas dan kewajiban pembayaran pajak dari pemasangan baliho tersebut.

"Kita cek dulu, sudah berizin atau belum. Dan sudah bayar pajaknya atau belum. Karena itukan bukan program pemerintah, tapi branding personal," kata dia.

(yum/bbn)