Buntuti Sandiaga Uno di Survei Cawapres, Ini Respons Ridwan Kamil

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 09:37 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Depok Jabar, 18 Desember 2021. (Nahda Rizky Utama/detikcom)
Foto: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Depok Jabar, 18 Desember 2021. (Nahda Rizky Utama/detikcom)
Bandung -

Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di posisi kedua usai Sandiaga Uno dalam hasil survei calon wakil presiden terkuat di Pilpres 2024. Berada di posisi kedua, Ridwan Kamil menyebut hanya persepsi saat survei dilakukan.

"Pertama, jujur saja saya kaget berada di urutan kedua di bawah Bang Sandi (Sandiaga Uno) yang pernah jadi cawapres waktu Pilpres kemarin. Tapi, tentu saya apresiasi karena ini kan datang dari pilihan masyarakat, meskipun itu hanya persepsi hari itu saja (saat survei dilakukan) kan," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil sapaannya dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/1/2022).

Survei tersebut diadakan oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI). Hasil survei menunjukkan Kang Emil berada di posisi kedua dari 12 nama bursa cawapres dengan raihan elektabilitas 15,3 persen. Posisi pertama ada nama Menparekraf Sandiaga Uno dengan 25 persen.

Kang Emil menuturkan meski hasil survei menunjukkan dia berada di posisi atas, dia tak ingin jemawa. Apalagi, bila hasil survei justru membuat dia mengabaikan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat.

Dari pengalamannya berkiprah sebagai kepala daerah, ada kinerja politik yang justru tidak terbaca oleh survei. Saat maju menjadi calon Wali Kota Bandung misalnya, hasil survei dimulai dari enam persen. Saat pencoblosan, dia yang berpasangan dengan almarhum Oded M Danial kala itu justru menang dengan raihan 45 persen.

Contoh lainnya, sambung Kang Emil, saat Pilgub Jabar. Pesaingnya saat itu hanya mendapatkan 12 persen. Ketika pemilihan, naik menjadi 29 persen. "Ada kerja-kerja politik yang tidak terbaca oleh survei. Tapi kalau konteks survei, lebih relevan ketika nama-nama calon sudah resmi dipasangkan," tutur dia.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia (IPI) menggelar survei elektabilitas politisi yang berpotensi maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Hasil survei Indikator, Sandiaga berada di posisi teratas, disusul secara berurut-turut ada Ridwan Kamil dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada 6-11 Desember 2021. Populasi survei tersebut adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum.

Penarikan sampel survei Indikator menggunakan metode multistage random sampling. Total sampel 2020 responden dengan sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi, serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.

Margin of error survei tersebut +- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka.

Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, berdasarkan simulasi 12 nama cawapres, elektabilitas Sandiaga paling tinggi. Dalam surveinya, sebut Burhanuddin, tidak terdapat nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Dalam wawancara survei ini, responden ditanya, 'jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang ibu/bapak anggap paling pantas sebagai cawapres di antara nama-nama berikut.

"Ini 12 nama, nama-nama yang kita anggap potensial maju sebagai wapres. Jadi nama Anies kita take out, nama Prabowo, nama Ganjar, kita take out. Sandi paling tinggi, disusul Ridwan Kamil, AHY," kata Burhanuddin dalam konferensi pers virtual di kanal YouTube IPI, Minggu (9/1/2022).

Berikut ini hasil survei IPI:

- Sandiaga Uno 25%
- Ridwan Kamil 15,3%
- AHY 12%
- Erick Thohir 7,9%
- Airlangga Hartarto 7,3%
- Khofifah Indar Parawansa 6,3%
- Puan Maharani 2,9%
- Mahfud Md 2,1%
- Bambang Soesatyo 0,8%
- Cak Imin 0,6%
- Zulkifli Hasan 0,6%
- Ahmad Syaikhu 0,6%
- Tidak tahu/tidak jawab 18,7%

(dir/mso)