Viral Ulama Marahi Pemerintah Soal Penanganan NII di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 17:35 WIB
Detik-detik ulama memarahi sejumlah pejabat di Garut karena dinilai tak becus menangani NII
Foto: istimewa
Garut -

Sebuah video yang merekam aksi kemarahan seorang ulama di Garut beredar di media sosial. Belakangan diketahui, ulama itu marah mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberantas aliran radikal.

Aksi itu terekam dalam sebuah video berdurasi 30 detik. Seperti dilihat detikcom, Senin (10/1/2022) siang, dalam video itu, terlihat seorang ulama sedang berorasi di depan pejabat.

Dia berdiri dan berbicara sembari menunjuk-nunjuk para pejabat.

"Bisi majarkeun aing teu bisa ambeuk (jangan dikira saya tidak bisa marah)," kata ulama tersebut.

"(Jangan) main-main urusan negara," katanya menambahkan.

Ulama yang lantang bersuara itu diketahui KH Abdul Mujib, salah satu ulama terkemuka, sekaligus pimpinan salah satu pondok pesantren di Garut.

Aksi tersebut diketahui berlangsung saat Mujib dan kelompok Al Magari (Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme dan Intoleran) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Garut, Rabu (5/1/2022) lalu.

Dalam aksi itu forum pimpinan Mujib melakukan aksi damai. Tujuan mereka datang, salah satunya untuk mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberantas aliran sesat dan radikal di Garut.

Negara Islam Indonesia (NII) menjadi salah satu sorotan mereka. Mereka menganggap NII sudah mengkhawatirkan di Garut.

Terkait hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut KH Sirojul Munir angkat bicara.

"Kelompok NII sudah tersebar di Garut. Maka karena itu, dari kelompok Al Magari kemarin melakukan aksi audiensi dengan DPR, juga Forkopimda. Termasuk kami juga, MUI merupakan salah satu yang digugat," kata Munir kepada detikcom di kantornya, Senin (10/1).

Munir mengatakan, forum Al Magari menuntut keseriusan pemerintah dalam memberantas aliran sesat dan radikal di Garut, salah satunya NII.

"Salah satu poin yang dituntut Al Magari itu kejelasan dan ketegasan penanganan NII," ungkap Munir.

(yum/bbn)