Guru Tenaga Dalam Cabul jadi Tersangka, Diancam 15 Tahun Kurungan Penjara

Yuga Hassani - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 17:01 WIB
Polisi menggelandang H, guru tenaga dalam cabul di Ponpes Ciparay
Polisi menggelandang H, guru tenaga dalam cabul di Ponpes Ciparay (Foto: Yuga Hassani)
Bandung -

Polresta Bandung mengungkap modus pimpinan salah satu pondok pesantren yang melakukan pencabulan terhadap santriwatinya di Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (10/1/2022).

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan bahwa tersangka melakukan aksinya sejak tahun 2019 hingga 2021 kemarin. "Adapun modus yang dilakukan adalah dalih mengisi tenaga dalam," ujar Kusworo.

"Kemudian yang bersangkutan para korban memijit si pemilik ponpes ini, kemudian berbalik, si pemilik ponpes ini melakukan pijatan-pijatan pada para korban, yang berlanjut sampai dengan tindakan-tindakan atau perbuatan yang tak senonoh tersebut," lanjutnya.

Kusworo menjelaskan bahwa hal tersebut diketahui setelah salah satu korban bercerita pada orang tuanya. Kata dia, kemudian melaporkan kepada Polresta Bandung.

"Dari situ, jajaran Polresta Bandung bergerak cepat untuk mengambil keterangan para korban dan saksi-saksi," katanya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa telah melakukan pemeriksaan pada awal tahun 2022. Bahkan, kata dia, Polresta Bandung pun menyita barang bukti dan langsung melakukan visum et repertum pada korban.

"Sehingga tidak sampai seminggu sudah kita lakukan pengamanan terhadap tersangka dan kita tetap kan statusnya sebagai tersangka," katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Kusworo menuturkan bahwa tersangka dijerat dengan pasat 81 dan 82 tentang perlindungan anak.

"Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.

(yum/bbn)