Polda Jabar Periksa Saksi Kasus Habib Bahar Pelintir Ucapan Jenderal Dudung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 17:11 WIB
Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan Polda Jawa Barat, Senin (3/1/2022). Dia akan diperiksa berkaitan dengan kasus ujaran kebencian.
Habib Bahar bin Smith (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Polda Jabar menyelidiki perkara dugaan ujaran kebencian berupa pelintir ucapan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang dilakukan oleh habib Bahar bin Smith. Penyidik Polda Jabar sudah memeriksa saksi pelapor.

"Sampai tadi pagi itu sudah dibuat surat undangan kepada salah satu saksi pelapor atas nama AW dan sudah hadir dan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik untuk melakukan klarifikasi," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (7/1/2022).

Ibrahim menuturkan pemeriksaan saksi pelapor itu merupakan lanjutan dari pemeriksaan saksi-saksi dan ahli yang sudah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebelum perkaranya dilimpahkan ke Polda Jabar.

"(Dari Polda Metro Jaya) ada saksi yang diperiksa terkait saksi pelapor itu ada dua, kemudian saksi ahli sudah ada lima, jadi kita menindaklanjuti dengan lidik dan sudah melakukan pemeriksaan saksi pelapor atas AW," tutur Ibrahim.

Kasus dugaan pelintir ucapan Jenderal Dudung Abdurachman dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Polda Jabar. Perkara yang dilaporkan oleh habib Husein Shihab itu kini tengah ditangani penyidik Polda Jabar.

Habib Husin Shihab menjelaskan dirinya melaporkan Bahar Smith karena diduga telah memelintir pernyataan Jenderal Dudung soal 'Tuhan bukan orang Arab' yang ditayangkan melalui podcast Deddy Corbuzier. Menurut Husin, pelintiran Bahar Smith ini menimbulkan rasa kebencian individu atau kelompok.

"Pak Dudung mengatakan bahwa 'pakai Bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab, saya pakai Bahasa Indonesia, Yaa Tuhan, Yaa Allah SWT saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang', (menit: 01:02:37). Namun, ucapan pak Dudung soal 'Tuhan kita bukan orang Arab ini dipelintir', seolah-olah pak Dudung menyamakan Tuhan dengan manusia," ujar Husin Shihab dalam keterangan kepada wartawan, Senin (20/12).

(dir/bbn)