Jual Obat Terlarang dari Resep Dokter, Pria di Tasik Ditangkap Polisi

Deden Rahadian - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 14:15 WIB
Pria di Tasikmalaya ditangkap polisi gegara jual obat terlarang.
Foto: Pria di Tasikmalaya ditangkap polisi gegara jual obat terlarang (Deden Rahadian/detikcom).
Tasikmalaya -

Seorang pria di Tasikmalaya harus berurusan dengan polisi gegara penyalahgunaan obat psikotropika. Pria bernama Edi Sunandi (46) ini menjual obat dari resep dokter untuk mendapat keuntungan.

Edi mengedarkan obat-obat penenang golongan psikotropika. Modusnya terbilang baru, dengan menjadi pasien ketergantungan yang ditangani dokter kejiwaan di sebuah klinik kawasan Antapani Bandung.

Obat dari resep dokter yang harusnya dikonsumsi, justru diedarkan demi keuntungan. "Pelaku ini pasien dokter dengan keluhan kecemasan. Berobatnya di klinik Antapani Bandung. Dapat obatnya dari dokter karena memang dia ada keluhan dan diperiksa dokter. Tapi ilegalnya obat yang harusnya untuk dia sesuai diagnosa dokter. Malah dijual kembali," kata AKBP Rimsyahtono, Kapolres Tasikmalaya saat rilis di Mapolres Tasikmalaya, Jumat (7/1/2022).

Berdasarkan keterangan, pelaku pernah ketergantungan obat terlarang. Namun, proses pemulihan justru dimanfaatkan pelaku untuk jualan psikotropika.

Dari tangan pelaku, polisi amankan puluhan butir obat psikotropika jenis Riklona Clonazepam 2 miligram, Elgran Estazolam 2 miligram, Zypraz Alprazolam 1 miligram dan Alganax Alprazolam 1 miligram. Setiap menjual satu butir obat terlarang, pelaku dapat untung 30 ribu rupiah.

"Jadi dia ini jualan lagi ketemenya. Obat-obat terlarang ini. Anggota kita lagi terus dalami kasus ini," ucap Rimsyahtono.

"Dan dulu pelaku pernah menjadi pemakai narkoba. Membeli obat untuk obat penenang," tambah Rimsyahtono.

Sebenarnya membeli dan menebus obat nya tidak melanggar. Namun, ungkap dia, yang illegal adalah menjual lagi obat kepada orang lain yang didapatkan dari hasil membeli obat resep dokter.

Dia menyebut pelaku menjual obat terlarang itu seharga Rp 25-Rp 50 ribu. Sekali menebus obat pelaku bisa habis Rp 200-Rp 650 ribu.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Dedih Praja menambahkan obat yang didapatkan pelaku, ditebus melalui resep obat dokter di sebuah apotek di wilayah Kota Bandung.

Pelaku diancam, dengan Pasal 62 Jo 60 ayat 4 dan 5 Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukumannya lima tahun.

Sementara itu, Edi mengaku kerap merasakan kecemasan hingga berobat. Dia juga mengaku baru sekali menjual obat terlarang. "Saya baru sekali jualmah pak. Kalau berobatmah udah lama," ujar Edi.

(mso/bbn)