Suap-Jual Beli Jasa Parkir, Kadishub Cilegon Divonis 2 Tahun Penjara

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 20:28 WIB
Sidang pembacaan vonis untuk terdakwa eks Kadishub Cilegon Uteng Dedi Apendi
Foto: Bahtiar Rifa'i
Cilegon -

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang menjatuhkan vonis bersalah kepada terdakwa eks Kadishub Cilegon Uteng Dedi Apendi atas suap dan jual beli jasa parkir terminal angkot Pasar Kranggot. Ia divonis 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta.

Uteng divonis bersalah sebagaimana Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Vonis dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Atep Sopandi di Pengadilan Tipikor Serang, Jalan Serang-Pandeglang.

"Menghukum terdakwa Uteng Dedi Apendi pidana penjara 2 tahun dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar maka dipidana selama 3 bulan," kata Atep, Rabu (5/1/2022).

Hal yang memberatkan terdakwa menurut majelis hakim perbuatan Uteng menerima suap dan jual beli jasa parkir terminal telah merugikan Dishub Kota Cilegon dan tidak sejalan dengan program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, terdakwa sopan, jujur dan mengakui perbuatannya selama di persidangan.

Vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cilegon. Dalam tuntutanya, jaksa meminta majelis menghukum terdakwa dipenjara 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

Perkara suap dan jual beli jasa parkiran di Pasar Kranggot menjerat Uteng karena menerima suap sejumlah uang secara bertahap. Pertama, ia menerima uang dari PT Hartanto Arafah Perkasa sebesar Rp 130 juta dan dari PT Damar Aji Mufidah Jaya Rp 400 juta.

Uang suap itu diberikan ke Uteng agar ia menerbitkan Surat Pengelolaan Tempat Parkir (SPTP). Penerbitan SPTP itu pertama dilakukan ke PT Hartanto namun kemudian gagal meski perusahaan itu telah menyetorkan sejumlah uang. Usaha kedua, dari PT Damar, ia menerima Rp 400 juta dengan janji pengelolaan parkir selama 5 tahun.

(bri/yum)