ADVERTISEMENT

Round-Up

20 Warga Jabar Terinfeksi Omicron, Ridwan Kamil Minta Warga Waspada

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 04 Jan 2022 09:35 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan ada 20 warganya yang terinfeksi virus Corona varian Omicron. Kedua puluh orang tersebut terpapar setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

"Hari ini tercatat warga Jabar yang datang dari luar negeri, kemudian dikarantina dan diketahui terpapar Omicron 20 orang. Jadi ini ada breaking news," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Gedung Sate, Senin (3/1/2022).

Menurut Kang Emil, saat ini kedua puluh orang tersebut tengah menjalani karantina di Jakarta. Ia juga memastikan, tidak ada transmisi virus lokal dari kedua puluh pelaku perjalanan luar negeri tersebut.

"Semuanya tersisir di batas negara, yakni di bandara cuma KTP-nya tercatat sebagai warga Jabar. Jadi Omicron belum ada di tanah Jabar per hari ini, tapi sekarang dikarantina di Jakarta ada 20 orang, belum ada penularan lokal," katanya menegaskan.

"Beda dengan di Jatim, kalau Jatim kan dari Bali masuk ke Surabaya, per berita yang saya terima Jabar tidak begitu, banyak 20 orang tapi tidak beredar di level komunitas, saya nyatakan belum ada transmisi lokal," ujarnya.

Kang Emil mengatakan, Pemprov Jabar pun telah membuat persiapan untuk menghadapi Omicron ini. "Pemprov Jabar bersama tim komite, pada 14 hari pasca Nataru kami asumsikan jika ada berita buruk, seperti oksigen kita persiapkan, semua diulang persiapan seperti Delta," katanya.

"Kami sampaikan berita baiknya agar masyarakat waspada tapi tenang, Omicron ini berdasarkan penuturan epidemiolog, ketika rapat dengan pak Luhut kemarin, transmisinya cepat tapi fatalitasnya rendah. Penularan cepat tapi tidak ada yang dirawat di rumah sakit," katanya.

"Penularan cepat dihadapi oleh kedisiplinan 5M," pungkasnya.

Tancap Gas Vaksinasi

Pemprov Jawa Barat akan tancap gas melakukan vaksinasi kepada kelompok anak berusia 6-11 tahun. Pasalnya, ada sekitar 180 ribuan dosis vaksin yang akan memasuki masa kadaluarsa pada akhir bulan ini sehingga harus segera dihabiskan.

"Kemudian di semua provinsi ada (vaksin) yang nyaris kadaluarsa, rata-rata Astrazeneca dan Pfizer. Jabar tidak sebanyak provinsi lain yang ada hingga empat ratus ribu sekian, kita hanya 180 ribu," ujar Kang Emil.

"Keputusannya, sambil percepat vaksinasi bagi usia 6-11 tahun sebagai objek baru," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan.

Pilihan lainnya, adalah dengan memberikan vaksin booster terhadap garda terdepan penanganan COVID-19, seperti tenaga kesehatan dan TNI-Polri. Ia pun memastikan vaksin booster pertama di Jabar itu akan diberikan kepada garda terdepan penanganan COVID-19 secara langsung.

"Jadi tidak ada untuk pejabat, kepala daerah, anggota dewan itu tidak ada, saya tegaskan. Tapi tetap fokus pada anak 6-11 tahun, tapi jika kepepet itu waktu kadaluarsa tanggal 18 Januari hingga 30 Januari 2022. Sehingga sekarang 180 ribu itu," ujarnya.

"Dan kecepatan Jabar 150-200 ribu per hari saya optimis Insya Allah tidak ada barang kadaluarsa terjadi dengan strategi ini dan pak Luhut sudah beri izin," katanya.

Ia melaporkan saat ini, tingkat vaksinasi di Jabar telah mencapai 77% atau melebihi target yang diberikan pemerintah pusat pada akhir tahun lalu yang berada di angka 70 persen.

"Vaksin kita hari ini sudah 77 persen, alhamdulillah melebihi target. Akhir tahun pemerintah pusat kan target 70 persen kita sudah 76 persen, dan kita naik lagi," ujar Kang Emil.

(yum/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT