ADVERTISEMENT

Reaksi Keluarga Korban Saksikan Rekonstruksi Trio TNI di Nagreg

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 14:38 WIB
Suryati, ibu Salsabila korban pembunuhan trio oknum TNI.
Foto: Suryati, ibu Salsabila korban pembunuhan trio oknum TNI (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Isak tangis tidak henti-hentinya keluar dari mata Suryati (41) saat menyaksikan proses rekonstruksi tiga oknum prajurit TNI yang telah menghilangkan nyawa anak bungsunya, Salsabila (14).

Salsabila menjadi korban tabrak dan tubuhnya dibuang oleh Kolonel Infantri Priyanto, Kopda Ahmad Sholeh, dan Kopda Dwi Atmoko ke Sungai Serayu, Jawa Tengah. Tidak hanya Salsabila, sang pacar Handi Saputra (18) pun bernasib sama.

Proses rekonstruksi digelar langsung Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad). Ketiga tersangka pun dihadirkan dalam proses rekonstruksi kejadian perkara sebelum tubuh dua sejoli itu dibuang ke sungai.

Suryati menuturkan, dirinya bingung harus berbuat apa ketika melihat proses rekonstruksi. Badannya serasa tidak bisa diam dan ingin bergerak ke sana ke mari. Saking tidak kuatnya, ia hanya bisa menangis.

Tangisannya baru bisa berhenti ketika proses rekonstruksi selesai dan para tersangka meninggalkan lokasi kejadian.

"Saya bingung mau gimana tadi. Tapi ketika melihat itu (rekonstruksi) saya sekarang sudah lega saja," ujar Suryati kepada wartawan, Senin (3/1/2022).

Selain itu, Suryati justru merasa iba kepada para tersangka yang telah menewaskan anak perempuannya. Dirinya berharap, agar penegak hukum dapat memberikan hukuman setimpal kepada para tersangka .

"Ya kasian juga yang ada saya, melihat wajahnya seperti itu, malah kasian," ungkapnya.

Ayah Salsabila, Jajang (47) pun mengaku ikhlas atas apa yang menimpa anak dan keluarganya. Ia hanya ingin melanjutkan hidup bersama istri dan dua anaknya.

"Saya mah sudah serahkan kepada pihak berwajib, kami sudah menerima apa adanya. Biar jongjon (tenang) anak sayanya, kalau saya gak jongjon, mau apa, da gak akan kembali lagi," ucap Jajang.

Jajang menuturkan, dirinya masih sering terngiang-ngiang kenangan tentang sang anak. Ia pun belum bisa bekerja seperti biasa, karena kenangan tentang anaknya.

"Saya udah lama enggak narik angkot dulu. Enggak enak, kadang masih keinget aja kalau di rumah juga sekarang mah terasa kebayang terus," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga oknum TNI tersangka kasus terbunuhnya sejoli muda, Handi Saputra (18) dan Salsabila (14), dihadirkan saat proses rekonstruksi kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (3/1/2022). Tangan ketiga tersangka diborgol saat melakoni proses rekonstruksi.

Sekitar pukul 09.11 WIB, ketiga tersangka yaitu Kolonel Infanteri Priyanto, Kopda DA dan Kopda A sudah tiba di lokasi rekonstruksi. Mereka keluar satu per satu dari kendaraan tahanan.

Saat keluar, mereka masih mengenakan baju tahanan berwarna kuning dan memakai masker. Terlihat pula, tangan ketiga tersangka diborgol dan dikawal Polisi Militer.

Proses rekonstruksi dilakukan oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad). Adegan demi adegan diperlihatkan.

Simak video 'Tangan Diborgol, Kolonel Priyanto Cs Jalani Rekonstruksi Kasus Handi-Salsa':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT