Jalur Utara Sukabumi Padat Merayap, Karangtengah-Cibadak Ditempuh 3 Jam

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 22:27 WIB
Jalur utara Sukabumi padat
Foto: Jalur utara Sukabumi padat (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Dampak pengalihan arus lalu lintas dari Cianjur menuju Jakarta lewat Jonggol dan Sukabumi mulai terasa di jalur utara Sukabumi. Sejumlah kendaraan dengan tujuan Bogor dan Jakarta memadati ruas jalan nasional tersebut.

Hal itu ditambah dengan laju arus kendaraan wisatawan dari arah Palabuhanratu menuju Simpang Ratu, Cibadak. Ajat (40) sopir truk suplay BBM Pertamina mengaku harus menempuh perjalanan lebih lama dari biasanya.

"Jarak dari titik awal kemacetan hingga lokasi ini (Simpangratu) kurang lebih 3 kilometer dan saya tempuh dengan waktu 3 jam," kata Jajat kepada awak media, Minggu (2/1/2022).

Titik awal kemacetan disebut Jajat berada di sekitar Karangtengah. Estimasi jarak dari Karangtengah menuju Simpangratu Cibadak kurang lebih 3 kilometer. Jajat mengaku memulai perjalanan dari Padalarang menuju Cicurug.

"Saya jam 06.00 WIB pagi keluar dari Padalarang dan sempat mengantar BBM ke Kota Sukabumi, lalu saya pulang lagi ke Padalarang hanya memakan waktu 4 jam pulang pergi. Tadi saya berangkat lagi dari Padalarang pukul 13.00 WIB dan 19.80 WIB terjebak buka tutup di Simpang Ratu," ungkap Jajat.

Keluhan serupa disampakan Dedi, warga Warungkiara itu mengaku dalam perjalanan menuju Bogor. Namun posisi arus kendaraan yang padat perjalanannya terpaksa harus menempuh waktu lebih lama.

"Pukul 17.00 WIB dari Warungkiara, sekitar pukul 19.00 WIB baru sampai Cibadak. Perjalanan saya berbarengan dengan ramainya kendaraan wisatawan dari arah Palabuhanratu, lalu ditambah lagi dengan kendaraan yang masuk ke persimoangan Simpangratu akhirnya ya stuck," kata Dedi.

Pantauan detikcom, sejumlah personel kepolisian dan Dishub berada di titik-titik kepadatan berusaha mengurai kepadatan kendaraan terutama di ruas jalan raya Cibadak.

(sya/mso)