Usut Mafia Tanah, Polisi Periksa Pejabat BPN Sukabumi

ADVERTISEMENT

Usut Mafia Tanah, Polisi Periksa Pejabat BPN Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 18:42 WIB
Polisi Usut Mafia Tanah di Sukabumi
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kabupaten Sukabumi -

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan mafia tanah yang dilaporkan warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan kasus tersebut menjadi perhatian pihaknya. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pelaporan warga bernama Rudi Agus Fridnanda tersebut.

"Ada satu kasus akhir tahun ini, ada satu kasus mafia tanah, kami masih mendalami pemeriksaan saksi-saksi dan ahli untuk kita maju ke tahap penyidikan. Masih menunggu ahli dan satu saksi lagi, nanti akan kita ekspose kasus mafia tanah," kata Dedy kepada awak media, Selasa (28/12/2021).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila menambahkan sudah ada beberapa saksi diperiksa terkait kasus tersebut, di antaranya dari pihak kantor Agraria dan Tataruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sukabumi.

"Kalau untuk saksi-saksi sudah, kemudian dari pihak BPN juga sudah kita lakukan pemeriksaan, namun masih penyelidikan. Berapa banyak yang ada dengan keterkaitannya sudah dan masih dalam pemeriksaan, masih berjalan," ucap Rizka.

Diberitakan sebelumnya, Rudi Agus Fridnanda resmi melaporkan ke polisi terkait sertifikat atas nama orang lain yang berada di atas tanah dan bangunan miliknya di kawasan Kampung Sumur Bandung, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Melalui kuasa hukumnya, Hanson R Sanger Rudi melapor ke Unit Harda, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi. Hanson mengatakan, pihaknya melaporkan pemegang sertifikat berikut orang-orang yang diduga terlibat dalam penerbitan sertifikat tersebut yakni dari pihak Kantor BPN Sukabumi.

"Klien kami ingin oknum-oknum yang terlibat dalam penerbitan sertifikat itu diperiksa polisi, termasuk pihak BPN Sukabumi. Kami berharap teman-teman kepolisian jeli dalam menyikapi pelaporan kami," kata Hanson kepada detikcom, Minggu (12/12).

(sya/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT