Laporannya Disetop Polisi, Warga Pandeglang Ajukan Praperadilan

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 11:02 WIB
Warga Pandeglang aneh laporan dugaan pengancaman disetop polisi Pandeglang
Surat penghentian penyelidikan (Foto: Istimewa)
Pandeglang -

Hendi Pratama, warga Pandeglang, Banten merasa aneh dengan keputusan polisi usai menyetop kasus yang dilaporkannya tentang dugaan pengancaman menggunakan cerulit oleh oknum Kepala Desa Carita bernama Uci Sanusi. Hendi berencana mengajukan praperadilan atas perkara ini karena merasa tak puas dengan keputusan tersebut.

"Kami mau tempuh praperadilan, karena keputusan ini bagi saya dan klien saya itu terlalu dipaksakan," kata pengacara Hendi, Satria Pratama saat berbincang dengan detikcom di Pandeglang, Banten, Selasa (28/12/2021).

Satria mengungkap, semenjak mendampingi kliennya menjalani BAP penyidikan di Polsek Carita pada Oktober 2021 lalu, ia mengaku tidak pernah bisa bertemu lagi dengan kapolsek maupun kanit reskrim untuk mengkonsultasikan laporannya itu. Hingga secara tiba-tiba, ada dua surat yang terbit dan berisi tentang perintah penghentian perkara kliennya yang sedang ia tangani.

Ia pun makin aneh karena polisi tak pernah mau memberikan salinan keterangan ahli yang dalam kedua surat yaitu surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), itu menyebut tak ada unsur pidana dalam perkara laporan kliennya. Materi itu rencananya akan dia gugat melalui jalur praperadilan.

"Kami mau menagih salinan BAP ahli karena sampai saat ini kami tidak pernah melihat keterangan ahli yang menyatakan ini tidak ada unsur pidana, penjelasannya pun tidak diuraikan di kedua surat tersebut. Kalau misalnya ahli menyatakan tidak ada unsur pidana, saya punya kewenangan untuk menghadirkan saksi ahli untuk pembanding. Tapi selama ini saya tidak dikasih ruang itu," ungkapnya.

Satria juga mengaku jalur praperadilan ditempuh setelah kliennya mengalami trauma akibat pengancaman tersebut. Ditambah, kliennya malah dipecat dari pekerjaannya setelah berselisih hukum dengan terlapor yang diketahui pernah bekerja bersama di salah satu hotel di wilayah Carita, Pandeglang.

"Klien saya udah dipecat, saksi-saksi dari pihak kita dua orang juga ikut dipecat. Jadi kerugiannya banyak lah, makanya kita mau tempuh praperadilan supaya kasus bisa dilanjutkan lagi," ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Carita Ipda Amrullah menanggapi santai rencana praperadilan atas kasus yang sedang ditanganinya itu. Ia mempersilahkan pihak pelapor jika memang mau menempuh jalur praperadilan.

"Itu mah hak mereka, silahkan saja. Yang jelas, kita sudah lakukan semuanya sesuai prosedur," pungkasnya.

Simak juga 'Perampok Wanita yang Laporannya Ditolak Polsek Pulogadung Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)