Ngaku Diancam Oknum Kades, Warga Pandeglang Aneh Kasusnya Disetop Polisi

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 10:33 WIB
Warga Pandeglang aneh laporan dugaan pengancaman disetop polisi Pandeglang
Warga Pandeglang aneh laporan dugaan pengancaman disetop polisi Pandeglang (Foto: Istimewa)
Pandeglang -

Seorang warga Pandeglang, Banten bernama Hendi Pratama merasa aneh dengan keputusan polisi usai menyetop kasus yang dilaporkannya. Pasalnya, polisi malah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus dugaan pengancaman dengan terlapor Uci Sanusi yang diketahui menjabat sebagai Kepala Desa Carita.

Pengacara Hendi, Satria Pratama mengatakan, kliennya merasa aneh dengan keputusan kepolisian yang tiba-tiba menghentikan kasus yang sedang ditanganinya itu. Padahal ia mengaku telah mengawal perkara ini sejak lama supaya bisa diputuskan hingga ke ranah pengadilan.

"Saya ada perkara dugaan tindak pidana pengancaman dan perkara ini malah di SP3-kan oleh polres. Ini keputusan yang aneh bagi saya dan klien saya karena dilakukan tanpa ada penjelasan yang kuat bagi kami," kata Satria saat berbincang dengan detikcom di Pandeglang, Selasa (28/12/2021).

Satria bercerita, semua ini bermula ketika kliennya melaporkan Uci Sanusi yang saat ini menjabat sebagai kepala desa ke Polsek Carita pada April 2021 silam. Uci dilaporkan atas dugaan pengancaman terhadap pelapor Hendi Pratama menggunakan senjata tajam jenis cerulit berdasarkan Pasal 335 KUHP.

Satria tak mengungkap bagaimana detail kronologi mengenai perkara ini. Namun ia menyebut, masalah ini terjadi karena adanya perselisihan antara kliennya dengan terlapor yang sama-sama bekerja di salah satu hotel di wilayah Carita, Pandeglang.

"Klien saya sama terlapor ini karyawan di sana, cuma terlapor sudah puluhan tahun kerjanya sementara klien saya baru bekerja di sana. Klien saya kemudian diberi jabatan strategis oleh pimpinannya yaitu mengatur keuangan termasuk gaji karyawan," ungkapnya.

"Dari situ, terlapor tidak terima ada anak yang baru masuk terus mengatur semua gaji karyawan. Munculah istilahnya senioritas, sampai akhirnya klien saya diancam waktu itu menggunakan cerulit sambil kerah bajunya diangkat," tambahnya.

Karena merasa terancam dengan tindakan terlapor, klien Satria lalu mendatangi Polsek Carita untuk melaporkan perkara ini. Namun, perkara tersebut rupanya tak bisa langsung ditangani lantaran terlapor Uci Sanusi diketahui ikut dalam kontestasi Pilkades serentak di Pandeglang.

"Laporan kami sempat mangkrak karena waktu itu berdasarkan kesepakatan forkopimda, bahwa orang yang mencalonkan sebagai kepala desa dan sedang berhadapan dengan hukum maka proses hukumnya harus ditunda sampai beres pemilihan. Itu tanggapan dari kepolisian waktu itu," ujarnya.

Setelah Pilkades selesai dan terlapor Uci Sanusi dinyatakan menang dalam kontestasi tersebut, Satria sempat menanyakan kelanjutan laporannya itu ke penyidik Polsek Carita. Upayanya itu pun membuahkan hasil dan direspons penyidik kepolisian.

"Tanggal 25 Oktober dilanjutkan lagi BAP penyidikan, itu saya dampingi juga klien saya sama dua orang saksi. Nah waktu itu, Kapolsek sama Kanit Reskrimnya bilang mudah-mudahan minggu depan bisa ada penetapan tersangka, itu janji mereka setelah selesai BAP," ucapnya.

Simak juga 'Polisi yang Tolak Laporan Warga Resmi Dimutasi!':

[Gambas:Video 20detik]