Cek Misa Natal di Gereja Bandung, Ridwan Kamil: Lancar dan Aman

Dony Indra Ramadhan, Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 22:03 WIB
Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau gereja di Bandung saat pelaksanaan misa natal. Dia memastikan pelaksanaan natal berlangsung lancar dan aman.

Kang Emil, sapaannya, memantau sejumlah gereja di Jabar pada Jumat (24/12/2021) malam. Dia didampingi Forkopimda salah satunya mendatangi gereja Katedral Santo Petrus yang beralamat di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Usai melakukan pengecekan, Emil memastikan pelaksanaan Misa Natal berlangsung kondusif.

"Kami mengunjungi berbagai gereja dan kami mengecek dan kami lihat semua berlangsung dengan lancar, ini menandakan inilah yang harus kita selalu hadirkan, rasa nyaman dan aman kondusifitas kepada masyarakat," ujar Emil.

Dalam kesempatan ini, Emil juga berpesan agar para jemaah gereja untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebab, sambung dia, pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir.

"Kami titip bahwa Covid-nya belum hilang sama sekali, menjelang tahun baru prokes itu dipertahankan kemudian nanti ada random sampling antigen dan PCR untuk tempat yang dibutuhkan dalam perjalanan kemudian PeduliLindungi juga kita akan tegakkan," tutur Emil.

Sementara itu, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga melakukan pengecekan. Yana juga memastikan protokol kesehatan sudah diterapkan baik di gereja-gerja di Bandung.

"Insyaallah aman lancar. Tadi di sampaikan di sini betul-betul kapasitas 50 persen, pendaftaran juga online. Protokol kesehatan ketat. Mudah-mudahan bisa beribadah dengan aman dan nyaman dengan protokol kesehatan ketat," kata Yana.

Pastor Paroki Gereja Katedral St Petrus Bandung Barnabas Nono Juarno menyatakan dalam Natal tahun ini pihaknya kembali menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jemaah gereja yang datang pun sudah melalui pendaftaran daring sebelumnya.

"Sebenarnya kurang lebih sama, karena situasi parameternya pandemi COVID-19 bahwa ini belum berakhir jadi penerapan kurang lebih sama. Protokol kesehatan, kemudian registrasi secara online, lalu pembatasan tempat duduk," kata dia.

Menurut dia, kapasitas di area dalam gereja sebanyak 800 orang. Namun mengingat pandemi belum berakhir, kapasitas dikurangi menjadi hanya untuk 200 orang. Bahkan, kata dia, beberapa jemaah yang tidak bisa hadir, melakukan ibadah secara daring.

"Kalau di dalam 200-an dari keseluruhan 800 kapasitas. Kita juga online juga ada," katanya.