Cara Unik KPU Majalengka Tingkatkan Partisipasi Pemilih Milenial Lewat Komedi

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 13:21 WIB
KPU Majalengka gelar Lomba Stand Up Comedy.
Foto: KPU Majalengka gelar Lomba Stand Up Comedy (Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka melakukan sosialisasi tentang pendidikan pemilih kepada generasi milenial. Sosialisasi tersebut digelar melalui lomba stand up comedy bertema 'Kepemiluan, Demokrasi & Politik di Majalengka'.

Bertempat di Kantor KPU Majalengka, puluhan komika dari berbagai daerah di wilayah Ciayumajakuning hadir untuk mengikuti lomba stand up comedy itu. Mereka diharuskan membawakan materi lucu mengenai kepemiluan di hadapan dewan juri.

Ketua KPU Majalengka Agus Syuhada mengatakan 63 persen pemegang hak pilih di Majalengka adalah mereka yang berasal dari kalangan milenial. Sehingga KPU mesti masuk ke dunia milenial untuk menyampaikan pendidikan pemilih.

"Karena rata-rata jumlah pemilih di Majalengka adalah generasi milenial, jadi perlu formula untuk menyampaikan sosialisasi ini. Maka kita harus masuk ke dunia dan KPU Majalengka menyampaikan pendidikan pemilih ini melalui stand up comedy," kata Agus saat diwawancarai, Rabu (22/12/2021).

Selain itu melalui lomba stand up comedy tersebut, KPU Majalengka juga ingin ada iklim demokratis yang disampaikan terbuka namun dengan cara-cara yang jenaka. Itu sebabnya KPU juga mengundang Wakil Bupati dan Wakil Ketua DPRD Majalengka sebagai dewan juri di lomba stand up comedy tersebut.

"Kita ingin membuka aspirasi juga karena terkait demokrasi kepemiluan dan politik di Majalengka ini, kalau mau maju harus menerima masukan dari luar. Nah stand up comedy ini kan intinya adalah bagaimana kita menerima masukan dari luar tapi disampaikan dengan cara yang lucu sehingga tidak menyinggung," ucapnya.

"Jadi KPU, Pemda dan DPRD menerima masukan dari masyarakat tapi tidak dengan kasar, disampaikan dengan halus dan kritik ini mudah-mudahan bisa membangun Majalengka. Ini adalah iklim demokrasi yang akan kita bangun terus," ujar dia menambahkan.

Agus berharap melalui apa yang telah diselenggarakan oleh KPU itu, Pemilu di Majalengka tidak lagi berbasis pada politik transaksional serta generasi milenial bisa melihat ide dan gagasan dari para calon pemimpin

"Kita harap ke depan generasi muda ini bisa mewarnai Pemilu sehingga tidak berbasis pada politik transaksional. Jadi mereka ketika memilih pemimpin harus melihat dulu gagasannya apa, idenya apa untuk membangun Majalengka," tutup Agus.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana menambahkan lomba stand up comedy yang diselenggarakan oleh KPU tersebut merupakan sebuah terobosan baru untuk menyampaikan sosialisasi pendidikan pemilih dengan cara yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

"KPU melakukan terobosan sosialisasi yang enjoy sambil bercanda. Karena semua masyarakat harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk mensosialisasikan tentang kepemiluan," ujar Tarsono dalam sambutannya.

Menurutnya pendidikan politik harus terus dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat karena saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham betul mengenai politik.

"Kami ingin terus melakukan pendidikan politik, jadi jangan melihat berpolitik itu untuk orang partai saja. Semua harus berpolitik karena dipastikan kalau berpolitik akan tahu bangunan negara secara utuh," tandasnya.

(mso/mso)