Aliri Listrik ke Daerah Terpencil, Pemprov Jabar Gagas PLTB Komunal

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 20 Des 2021 14:30 WIB
Funky Lighting In Modern Office
Ilustrasi listrik (Foto: Getty Images/iStockphoto/Thurtell)
Bandung -

Pemprov Jabar menggagas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Komunal untuk daerah-daerah terpencil yang belum mendapatkan akses listrik dari PLN.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat (ESDM Jabar) Bambang Rianto mengatakan satu tower PLTB ini akan cukup untuk menghasilkan listrik dengan daya 5,5 kilowatt atau satu tower akan cukup untuk menghasilkan listrik bagi lima sampai enam kepala keluarga (KK).

"Jadi memang PLTB Komunal itu salah satu kebijakan pak gubernur, kita menjalin kerja sama dengan suatu lembaga dari Inggris, Ryse dan Medco juga. Itu diinisiasi oleh pak gubernur, jadi pak gubernur ingin memberikan inovasi sekaligus pelayanan juga, percontohan karena beliau selain sebagai gubernur juga sebagai ketua ADPMET," ujar Bambang dalam 'Diskusi Media: Daya dan Langkah Energi Baru dan Terbarukan' di Bandung, Senin (20/12/2021).

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Jabar Slamet Mulyanto Sudarsono mengatakan, PLTB Komunal ini akan menjadi pilot project di Jabar, bahkan di tingkat nasional. Ia menyebut ada sejumlah daerah yang akan menjadi calon lokasi pembuatan PLTB Komunal ini.

"Kemarin baru kita cek lokasinya, yang pertama di daerah Walini, Ciwidey. Jadi memang niatnya adalah untuk percontohan tapi untuk kegiatan wisata, kemarin kita cek lokasi di Bogor, Desa Sukamakmur, satu lagi desa di sebelah baratnya. Ada datanya lebih rinci, masyarakat yang belum dapat listrik," ucapnya.

"Itu untuk masyarakat yang belum ada listrik, karena PLN jaringannya belum masuk kita dorong melalui pembangkit skala kecil ini," kata Slamet menambahkan.

Terkendala Regulasi

Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang mengatakan, saat ini masih banyak potensi energi di Jabar yang masih bisa digarap. Beberapa di antaranya adalah tenaga angin/bayu dan gelombang air laut.

"Terkait dengan perizinan dan peraturan dan kewenangannya ada di pusat. Kita sendiri berusaha membantu sesuai dengan kewenangan kita. Jadi perizinan yang sifatnya regional kita bantu," katanya.

Saat ini di Ciemas, Kabupaten Sukabumi juga tengah dibangun PLTB yang memiliki kapasitas produksi 150 megawatt. PLTB itu diklaim menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. "Yang sedang kita dorong di Ciemas tadi juga sesuai dengan kewenangan kita," kata Bambang.

(yum/bbn)