Ini Nasihat Aa Gym untuk Ridwan Kamil

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 15:54 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Aa Gym di acara penghargaan OPOP Jabar.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Aa Gym di acara penghargaan OPOP Jabar (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Dai kondang Abdullah Gymnastiar memberikan nasihat terkait kepemimpinan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Seperti diketahui, keduanya bertemu di dalam momen penghargaan One Product One Pesantren (OPOP) di Daarut Tauhid, Kota Bandung pada Kamis (16/12/2021).

Menurutnya kesuksesan seorang pemimpin bukan dilihat dari seberapa banyak pujian yang tersemat kepada figur seorang pemimpin. Tetapi, kesuksesan seorang pemimpin adalah bagaimana masyarakatnya menjadi lebih terpuji lewat kepemimpinan seorang pemimpin.

"Ya seperti yang tadi disampaikan bahwa prestasi seseorang itu bukan ketika pujian datang kepada dirinya, tapi bagaimana dirinya bisa berkhidmat," ujar pria yang akrab disapa Aa Gym itu saat berbincang dengan detikcom.

Menurutnya tolok ukur keberhasilan seorang pemimpin adalah bisa membuat perubahan, baik secara materi maupun moril. "Masyarakat menjadi masyarakat yang berhasil, terutama iman semakin kuat, masyarakat juga dunianya semakin sejahtera sehingga kepemimpinan itu bisa dilihat dari dampaknya bukan pada pujian pada figurnya," tutur Aa Gym.

"Kalau selama tampil sebagai pemimpin banyak yang menjadi sukses itulah kesuksesan seseorang, tidak usah pikirkan pujian dari orang, pikirkan bagaimana membuat masyarakat menjadi lebih terpuji," ucap Aa Gym menambahkan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan selama ini tengah melakukan dakwah, tetapi dengan cara berbeda. "Kalau Aa Gym berdakwah dengan keilmuan, saya berdakwah dengan tanda tangan (membuat kebijakan). Dari awal 2018 saya menjabat hanya beberapa pesantren yang masuk dalam kategori, sekarang sudah 2.574 pesantren sudah punya usaha," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Menurut Kang Emil, OPOP sendiri merupakan konsep yang dikembangkan dari pola yang dilakukan Ponpes Daarut Tauhid. "Karena saya sebagai pemimpin mendapatkan inspirasi dari dua cara, turun ke bawah menemukan masalah dan solusinya, dan kedua melakukan kontemplasi," kata Kang Emil.

(yum/mso)