Soroti Kasus Herry Wirawan, Aa Gym: Kalau Paham Agama Tak Senista Ini

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 15:06 WIB
KH Abdullah Gymnastiar, Blak-blakan di Pasaraya Grande, Blok M, Selasa (7/5/2019)
Aa Gym (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Bandung - Dai kondang Abdullah Gymnastiar angkat bicara mengenai kasus pemerkosaan yang dilakukan Herry Wirawan kepada belasan santriwati di tinggal di sebuah boarding school di Bandung. Aa Gym prihatin, pasalnya kejadian ini menyeret simbol-simbol agama.

"Yang buruk bisa dilakukan oleh siapapun, namun ini sangat memprihatinkan karena membawa nama-nama agama, yang seharusnya menjadi suri teladan," ujar Aa Gym ketika berbincang dengan detikcom di Daarut Tauhid, Kota Bandung, Kamis (16/12/2021).

Ia pun mengajak agar masyarakat bijak dalam menyikapi kasus ini, termasuk tidak menggeneralisasi bahwa tindakan kejahatan ini terjadi di semua kegiatan keagamaan. Lebih lanjut, Aa Gym mendorong agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan pelaku bisa dihukum seadil-adilnya.

"Dan dicegah peluang seperti ini terjadi, sebetulnya bagi orang yang paham agama, tidak akan berbuat senista ini. Ini dilakukan orang yang tidak paham dan tidak punya iman, sehingga melakukan perbuatan tercela dan tidak layak disebut ustaz atau apapun," katanya.

"Itu bukan pesantren, mungkin hanya tempat mengumpulkan orang-orang atas inisiatifnya saja, jangan dikaitkan dengan pesantren, keustazan," kata Aa Gym.

Herry Wirawan (36) masih bisa tersenyum saat difoto di lingkungan Rutan Kebon Waru. Ia pun mengakui perbuatannya telah memperkosa santriwatinya hingga hamil.

Pengakuan Herry itu disampaikan kepada Karutan Bandung (Kebonwaru) Riko Stiven saat berbincang dengan Herry di Rutan Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Senin (13/12/2021). Herry diketahui saat ini menjadi tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Bandung di rutan tersebut.

"Ngobrol tadi, yang bersangkutan mengakui seperti yang ada di BAP," ucap Riko di Rutan Bandung.

Diketahui dalam BAP atau dakwaan, Herry melakukan aksi pemerkosaan. Total ada 12 santriwati menjadi korban. Beberapa di antaranya hamil dan melahirkan. Bahkan ada santriwati yang hamil dan melahirkan dua kali.

Kasus asusila ini pun telah ditangani sejak Mei 2021 lalu, oleh DP3AKB Jabar dan LPSK RI. Namum, kasus ini baru muncul ke publik pada awal Desember ini untuk kepentingan melindungi korban.

Simak video 'Sederet Fakta Mengejutkan Guru Perkosa 12 Santriwati di Bandung':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)