Kaleidoskop 2021

Pilu Ayah Digugat Anak Rp 3 M dan Kasus Valencya Gegerkan Publik

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 08:14 WIB
Kasus Anak Gugat Ayah Berdamai dan Valencya Bebas
Foto: dok.detikcom
Bandung -

Selama tahun 2021, detikcom mencatat di Jawa Barat ada dua perkara terkait keluarga yang menjadi sorotan publik hingga menguji penegakan hukum di Indonesia.

Pertama, perkara anak gugat ayah kandung Rp 3 M di Bandung. Kedua, Valencya alias Nengsih Lim yang dituntut 1 tahun penjara gegara omeli suami mabuk di Karawang. Dua perkara tersebut menjadi catatan sejarah bagi penegakan hukum di Indonesia.

Anak Gugat Ayah Kandung di Bandung

Awal 2021, perkara anak gugat ayah kandung Rp 3 miliar menjadi perhatian di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Seorang anak menggugat ayah kandungnya sendiri secara perdata senilai Rp 3 miliar. Gugatan itu dilakukan gegara masalah rumah.

Gugatan itu dilayangkan oleh seorang bernama Deden terhadap R. E Koswara. Deden diketahui merupakan anak kedua dari Koswara.

Kuasa hukum Koswara, Bobby Herlambang Siregar menuturkan, kasus ini bermula saat Deden menyewa sebagian rumah milik Koswara di Jalan AH Nasution, Kota Bandung. Deden menyewa sebagian rumah itu sejak 2012.

Sidang anak gugat ayah kandung di Bandung.Sidang anak gugat ayah kandung di Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Gugatan itu dilayangkan oleh Deden kepada ayah kandungnya, Koswara. Gugatan Deden itu berkaitan dengan persoalan sewa sebagian bangunan di Jalan AH Nasution, Kota Bandung.

"Nah di tahun 2020, bapaknya ini ada rencana menjual tanah karena kebutuhan biaya. Akhirnya sewa menyewa dibatalkan, dikembalikan," ujar Bobby saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (19/1/2021).

Singkat cerita, tergugat tak terima. Dia pun mengajukan gugatan secara perdata ke PN Bandung. Dalam gugatannya, penggugat meminta uang Rp 3 miliar.

Sementara itu, dari keterangan Kuasa hukum Deden, Musa Darwin Pane, menjelaskan Deden menyewa sebagian lahan atau bangunan untuk usaha sejak 2012. Sewa yang awalnya senilai Rp 7,5 juta menjadi Rp 8 juta pada 2020.

"Jadi dia sewa diusir begitu, sudah dua kali, kemudian uang sebelumnya dikembalikan Rp 8 juta, tadinya Rp 7,5 juta ditambahkan jadi Rp 8 juta. Sudah senang, sudah terima kasih. Entah siapa yang mempengaruhi, dikembalikan (uangnya), terus diusir," ujar Musa saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/1/2021).

Selain itu, kata Musa, aliran listrik ke tempat kliennya itu diputus. Deden pun berunding dengan Masitoh adiknya saat itu untuk memindahkan aliran listrik dari tempat yang sempat disewa Masitoh ke tempatnya.

"Listrik dicabut, bagaimana mau berdagang kalau listrik dicabut. Akhirnya berunding dengan Masitoh, kan dulu ada kantor dia pasang, minta izin supaya dipindahkan ke warung itu. Nah, setelah dipindahkan, dilaporkan pencurian listrik," tutur Deden.

Gugatan pun akhirnya dilayangkan. Musa mengatakan gugatan itu dilayangkan semata-mata untuk pembelaan diri kliennya. Selain itu, gugatan dilakukan guna mengklarifikasi tuduhan pencurian listrik serta agar di antara keluarga bisa bertemu secara tenang di hadapan mediator resmi pengadilan.

Kasus Berakhir Damai

Kasus gugatan anak kepada ayah kandung senilai Rp 3 miliar berakhir damai. Kedua belah pihak menyepakati perdamaian dalam mediasi.

Mediasi dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (10/2/2021). Dalam mediasi itu, Deden selaku penggugat, dan Koswara selaku tergugat, beserta para tergugat lain hadir dalam proses mediasi.

Perdamaian itu juga sudah ditunjukkan sejak beberapa hari ke belakang. Dimulai dengan Deden yang mencabut kuasa pengacara.

Anak Gugat Ayah Kandung di BandungKasus anak gugat ayah kandung di Bandung berujung perdamaian. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Selain itu, kemesraan Deden dan ayahnya juga diperlihatkan saat mediasi hari ini. Deden mendorong kursi roda yang dinaiki oleh Koswara hingga ke ruang sidang. Di ruang sidang, keduanya pun menangis dan saling berpelukan.

Mediasi lantas dilakukan secara tertutup. Beberapa saat mediasi, para pihak yang berperkara ini pun keluar dari ruang mediasi. Deden juga tetap membantu ayahnya saat keluar ruang mediasi.

"Kami mengucapkan rasa syukur kepada yang maha kuasa, karena perkara ini mencapai hasil perdamaian. Hubungan keluarga besar pak Koswara telah dipulihkan, sehingga berakhir dalam suka cita dan kebahagiaan. Semoga ke depannya tidak ada lagi perkara seperti ini, karena akan jadi preseden buruk untuk anak-anak kita di masa depan," ujar Bobby Herlambang Siregar, kuasa hukum Koswara.

Keluarga Kembali Bersatu

Salah satu pihak tergugat, Hamidah anak sekaligus adik Deden juga menegaskan perkara ini sudah selesai dengan perdamaian. Hamidah menyebut, tak ada pencabutan gugatan, namun hasil dari gugatan yang dilayangkan Deden itu berupa perdamaian.

"Sudah damai alhamdulillah, semuanya bersatu kembali, sudah dipulihkan kembali, terima kasih kepada rekan-rekan semua, untuk seluruhnya teman-teman yang telah men-support kami, sekali lagi saya terima kasih," ucap Hamidah.

"Bukan dicabut (gugatan), tapi damai," kata dia menambahkan.

Kasus Anak Gugat Ayah Kandung Berakhir DamaiMomen anak dan ayah berpelukan setelah kasusnya di persidangan berakhir damai. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Sementara itu, Deden juga bersyukur perkara ini bisa selesai secara damai. Dengan perkara ini, kata dia, keluarganya bisa menyatu kembali.

"Terima kasih kepada semuanya, sudah menyatukan kami, menjadi keluarga yang utuh kembali dan terima kasih kepada yang membantu saya juga kuasa hukum," ucap Deden.

Simak Video 'Momen Sujud Syukur Valencya Usai Divonis Bebas di Kasus 'Omeli Suami Mabuk'':

[Gambas:Video 20detik]