Korban Perkosaan Herry Wirawan Curhat ke Mensos Risma Ingin Sekolah Lagi

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 13 Des 2021 18:36 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberikan keterangan pers di Kantor Kementrian Sosial, Jakarta, Kamis (18/11/2021). Mensos Risma mengungkapkan, sebanyak 31.624 aparatur sipil negara (ASN) terinidikasi menerima bantuan sosial (bansos). Risma mendapatkan data ini setelah Kementerian Sosial melakukan verifikasi data penerima bansos.
Mensos Risma (Foto: Agung Pambudhy)
Bandung Barat -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku sudah bertemu dengan beberapa santriwati korban kejahatan Herry Wirawan (36). Mereka curhat ingin kembali bersekolah.

Risma mengatakan saat ini pihaknya fokus penanganan hipnoterapi mengingat trauma yang dirasakan para korban bakal berkepanjangan dan tak akan mudah hilang. Hal itu juga supaya korban tidak terbebani oleh masa lalu dan akhirnya mereka bisa kembali melanjutkan kehidupan yang lebih baik

"Saya sudah bertemu dengan beberapa korban dan rencana tindak lanjutnya seperti apa, kita dampingi dulu dan trauma healing. Kita juga tanya mereka pengen apa karena masih ada trauma," ungkap Risma kepada wartawan di Lembang, Senin (13/12/2021).

Risma mengatakan beberapa korban curhat bermacam hal padanya. Salah satu yang paling banyak disampaikan yakni keinginan mereka untuk kembali mengenyam pendidikan.

"Kami saat ini hanya menampung keinginan mereka dan beberapa di antaranya pengen (melanjutkan) sekolah. Jadi curhat macam-macam ya memang inginnya kembali sekolah," tutur Risma.

Namun hal tersebut menemui ganjalan, lantaran para santri itu ternyata tidak mendapat ijazah maupun rapor selama mengenyam pendidikan di pesantren tersebut.

"Ternyata mereka tidak terima ijazah tidak terima apapun, tapi memang agak sulit karena rata-rata usia mereka 16 tahun, kalau enggak ada ijazah dan rapor kan sulit. Jadi sekarang kami lagi coba mencari akses untuk sekolah mereka ke depannya," jelas Risma.

Untuk saat ini pihaknya tengah memikirkan bagaimana caranya agar para korban yang tidak mendapat ijazah tersebut bisa kembali melanjutkan sekolah.

"Sekarang sedang saya pikirkan, nanti akan diskusikan. Mudah-mudahan bisa, bagaimana mereka sekolah, tapi sekolah informal," beber Risma.

(mud/mud)