Berburu Kaktus-Sukulen dari Lembang, Tanaman Cantik Hiasan Rumah

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 13:29 WIB
Top view of Cactus flowers, Gymnocalycium mihanovichii with white flower is blooming on pot, Succulent, Cacti, Cactaceae, Tree, Drought tolerant plant.
Ilustrasi kaktus (Foto: Getty Images/iStockphoto/PUGUN SJ)
Bandung Barat -

Tanaman hias kini menjadi buruan banyak orang terutama sejak pandemi COVID-19 melanda. Salah satu tempat untuk leluasa berburu berbagai jenis tanaman hias yakni Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Beberapa jenis tanaman hias yang menjadi buruan pembeli terutama emak-emak yakni sukulen dan kaktus. Sukulen dan kaktus dipilih karena cocok dijadikan ornamen desain interior di rumah mengingat bentuk dan warnanya yang mencolok dan menarik.

Di Lembang, tanaman hias sukulen dan kaktus mini bisa dicari di daerah Desa Langensari. Kini banyak yang beralih profesi menjadi pembudidaya dan penjual dua jenis tanaman hias itu.

Asep (39), petani kaktus asal Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengaku selama pandemi COVID-19 penjualan kaktus dan sukulen mengalami peningkatan cukup signifikan.

"Alhamdulillah selama pandemi ini penjualannya meningkat. Kebetulan saya jual ke bandar lagi, per tiga minggu saya kirim 1500 pot kecil kaktus dan sukulen. Harga jual ke bandarnya Rp 5.000. Kalau kaktus mulai dari Rp 15.000," ungkap Asep kepada detikcom, Minggu (12/12/2021).

Tak cuma untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, penjualan kaktus dan sukulen dari Lembang juga telah merambah pangsa pasar internasional. Bahkan petani lebih tertarik mengekspor kaktus ke luar negeri karena harga jualnya lebih mahal sehingga bisnis ini pun tak terpengaruh pandemi yang melanda.

Penjualan kaktus dan sukulen di dalam negeri merambah sejumlah daerah, seperti Palembang dan Jakarta. Sementara ekspor, biasanya ke Jepang, Filipina, Thailand, dan Singapura.

"Ada yang dikirim ke Palembang, Jakarta, terus luar negeri. Ke luar negeri sempat stop dan sekarang pelan-pelan mulai dikirim lagi," terang Asep.

Asep menuturkan omzet yang didapat dari penjualan kaktus minimal Rp 5 juta per bulan. Untuk harga tergantung jenisnya, jika jenisnya langka maka harganya bisa lebih mahal.

"Kaktus itu tumbuhan yang perawatannya gampang, cukup disiram seminggu sekali. Terus enggak perlu membutuhkan air dalam jumlah banyak," jelasnya.

Mega Putri (25), wisatawan asal Jakarta, mengaku sengaja datang ke Lembang untuk berburu kaktus. Ia mengoleksi kaktus sejak pandemi COVID-19 dan terus kecanduan.

"Sengaja nyari kaktus ke sini, senang aja buat koleksi di rumah. Sejak pandemi koleksinya. Karena kan bisa berkegiatan di rumah, ngurus kaktus jadi engga bosan," kata Mega

(mud/mud)