Tahiyatul Masjid, Salat Terakhir Wali Kota Bandung

ADVERTISEMENT

Round-Up

Tahiyatul Masjid, Salat Terakhir Wali Kota Bandung

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 07:32 WIB
KH Oded M Danial dan istrinya, Siti Muntamah
Oded dan istrinya/Foto: Instagram @sitimuntamah_oded
Bandung -

Salat sunnah tahiyatul masjid di Masjid Mujahidin, Jumat (10/11/2021) menjadi salat terakhir Wali Kota Bandung Oded M Danial. Ia tiba-tiba lemas saat tengah salat dan langsung dibawa ke RS Muhammadiyah. Pihak rumah sakit pun menyatakan saat datang, sang wali kota sudah dalam kendisi meninggal.

"Benar, bapak meninggal tadi saat salat sunnah jelang salat jumatan. Beliau rencananya jadi khotib," ujar Didik Ahmad Sidik, tim wali Kota Bandung, dihubungi detikcom melalui telepon.

Sejumlah jamaah pun langsung menggotongnya dengan tandu berwarna arange dan langsung dilarikan ke RS Muhammadiyah, yang jaraknya tak jauh dari Masjid Mujahidin, Jalan Sancang.

Oded tiba di RS sekitar pukul 11.45 WIB menggunakan ambulans. Saat tiba di rumah sakit, Oded sudah menggunakan alat bantu pernapasan. Keterangan tersebut disampaikan oleh Dirut RS Muhammadiyah Kota Bandung Kautsar Boesoirie.

"Beliau datang dari Mujahidin menggunakan ambulans dan sudah terpasang oksigen pukul 11.45 WIB dan langsung masuk UGD," kata Kautsar.

Lebih lanjut Kautsar menambahkan, saat masuk UGD, Oded sudah menunjukkan sejumlah tanda-tanda telah meninggal.

"Diperiksa nadinya sudah tak teraba dan pupilnya sudah melebar. Itu adalah tanda beliau tidak ada. Kalau mendadak gitu, kemungkinan jantung," ucapnya.

Walau begitu, pihak rumah sakit terus mengupayakan dan berusaha memaksimalkan resusitasi jantung. Namun, dalam kurun waktu 10 menit, tidak menunjukkan perkembangan.

"Tidak ada respons, dinyatakan meninggal pukul 11.55 WIB," ujarnya.

Soal penyebab kematian, dokter menduga Mang Oded kena serangan jantung.

Kematian mendadak wali kota ini membuat shock semua pihak. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sangat kehilangan Mang Oded (panggilan akrab Oded), sahabat terbaiknya. "Kami 5 tahun bersama dalam suka duka membangun Bandung, sungguh saya bersaksi atas keshalehan dan kemuliaan ahlak almarhum. Teladan kami semua. Pileuleuyan Mang Oded. Doa dari kami semua. 😢😢😢," seperti dikutip dalam postingan IG nya.

Ridwan Kamil pun ikut menyalatkan jenazah Mang Oded di Pendopo. Terlihat saat berdoa bersama usai salat jenazah, ia tak kuasa menahan tangis. Tangannya yang memegang tisu, sesekali menyeka matanya.

Sementara itu isfri Mang Oded, Siti Muntamah terlihat tegar. Saat pelepasan jenazah di Pendopo Kota Bandung, meski matanya merah namun ia masih bisa berdiri tegak saat menerima ucapan belasungkawa. Begitu juga dengan 7 putrinya, semua terlihat tegar. Selain meninggalkan istri dan tujuh putrinya, Mang Oded juga meninggalkan empat mantu dan tujuh cucu.

Rasa kehilangan sosok Mang Oded juga disampaikan sejumlah tokoh. Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode Ahmad Heryawan, menyampaikan bahwa selama mengenalnya sejak tahun 90 an, Mang Oded adalah pribadi yang baik.

"Kalau menceritakan kebaikannya bisa berhalaman-halaman. Beliau orang baik, orang soleh, ahli surga," ujar Aher.

Rasa kehilangan juga disampaikan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Menurutnya Mang Oded adalah sosok teladan. "Almarhum adalah sosok teladan. Beliau juga guru bagi saya. Kepemimpinannya banyak menginspirasi. Beliau salah satu kader terbaik PKS," ujarnya.

Meninggal di usia 59 tahun, Mang Oded dimakamkan di kampung halamannya Tasikmalaya, berdampingan dengan makam ayah ibunya. Proses pemakaman yang diwarnai isak tangis dilaksanakan Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB

Video 'Momen Pemakaman Wali Kota Bandung Oded di Tasikmalaya':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT