Januari-November 2021, Sebanyak 1.204 Bencana Alam Terjadi di Bogor

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 14:07 WIB
Longsor menerjang Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Sebanyak 14 rumah rusak dan 1 orang dikabarkan meninggal akibat bencana tersebut.
Foto: Bencana di Bogor (M Sholihin/detikcom).
Bogor -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor (BPBD) mencatat ada sebanyak 1.204 bencana alam terjadi di Kabupaten Bogor dalam kurun waktu Januari-November 2021. Dalam kejadian itu, sebanyak 73.721 orang terdampak dan 26 orang di antaranya meninggal dunia.

"Total kejadian bencana alam terhitung sejak Januari sampai November 2021 sebanyak 1.204 kejadian. Ada 73.371 orang yang terdampak bencana. Kemudian dicatat ada 26 orang di antaranya meninggal dunia. Tetapi yang 26 ini sebenarnya meninggal bukan karena bencana alam, tetapi lebih kepada meninggal akibat petir, hanyut atau tenggelam di sungai dan lainnya," kata Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani, dikonfirmasi detikcom, Rabu (8/12/2021).

Tidak hanya memakan korban jiwa, ribuan bencana alam yang terjadi sejak awak 2021 di Kabupaten Bogor juga mengakibatkan 2.115 bangunan, baik rumah maupun fasilitas umum rusak. Dengan rincian, sebanyak 1.348 rumah rusak ringan, 611 rumah rusak sedang, 155 rusak berat dan 2 rumah hancur.

Dilihat dari jenisnya, bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bogor sepanjang 2021 didominasi oleh bencana tanah longsor dengan 475 kejadian. Disusul bencana angin kencang dengan 428 kejadian, bencana banjir 102 kejadian, bencana kekeringan 22 kejadian, bencana pergeseran tanah 52 kejadian, kebakaran 25 kejadian, gempa bumi 2 kejadian dan bencana lainnya sebanyak 97 kejadian.

Jika dilihat dari waktu kejadian, bencana alam terbanyak terjadi pada Februari 2021 dengan 245 kejadian. Ini diduga terjadi karena pada saat itu sedang mengalami puncak hujan ekstrim di Kabupaten Bogor.

Setelah melandai pada Juli 2021 dengan 19 kejadian, bencana alam di Kabupaten Bogor kembali meningkat pada Oktober dengan 135 kejadian dan November dengan 128 kejadian.

Sementara dari sisi lokasi, wilayah Kecamatan Cijeruk menjadi wilayah yang paling sering mengalami bencana alam di Kabupaten Bogor dengan 86 kejadian. Disusul Kecamatan Cigombong dengan 84 kejadian.

Dua wilayah ini berada di selatan Kabupaten Bogor dan berbatasan langsung dengan wilayah Sukabumi. Kebanyakan penduduk di dua wilayah ini, tinggal di kawasan perbukitan dan berada dekat dengan kawasan kaki Gunung Salak.

Sementara untuk wilayah Kecamatan Cariu dan Kecamatan Gunungsindur menjadi wilayah yang terbilang aman berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Bogor. Sejak Januari-November, tidak tercatat terjadinya bencana di Kecamatan Cariu. Sementara di Kecamatan Gunungsindur tercatat hanya 2 kejadian.

(mso/mso)