Langka! Tarian Bedhaya Sapta Dipentaskan di Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 22:33 WIB
Tarian Bedhaya Sapta
Tarian Bedhaya Sapta (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Tarian Bedhaya Sapta dan Beksan Menak Kakung Umamarya-Umarmadi dipentaskan dalam gelaran Gempita Budaya (Gelar Muhibah Pikat Amerta Budaya) Jawa Barat-Yogyakarta pada Selasa (7/12/2021) malam. Ini momen langka karena merupakan kali pertama Bedhaya Sapta ditarikan di Bandung.

Acara tersebut merupakan kunjungan balasan terhadap Pemda Provinsi Jawa Barat yang sudah berkunjung ke Yogyakarta pada awal Desember 2021.

"Sebagai repertoar di kunjungan balasan yang berkonsep Muhibah Budaya ini, kami memutuskan menampilkan Bedhaya Sapta yang isi ceritanya bersumber dari Babad Pasundan. Bedhaya Sapta sendiri mengisahkan tentang dua penggawa Sultan Agung yaitu Ki Tumenggung Lirbaya dan Ki Tumenggung Nampabaya yang diutus untuk membuat tapal batas antara tanah Mataram dan Pasundan," ucap KPH Notonegoro, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Nah karena cerita ini lah, kami merasa Bedhaya Sapta tepat untuk ditampilkan di tanah Pasundan juga," katanya menambahkan.

Bedhaya Sapta yang merupakan tarian Yasan Dalem (karya) Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan ditarikan oleh 7 penari perempuan ini memiliki akhir cerita terjalinnya hubungan antara utusan Mataram dan Pasundan. Sehingga penampilan Bedhaya Sapta ini secara simbolis diharapkan mampu menjadi jembatan hubungan kerja sama dan pertukaran budaya yang baik antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat.

Selain Bedhaya Sapta, KHP Kridhomardowo juga akan menampilkan Beksan Menak Kakung Umarmaya-Umarmadi. Tarian yang juga merupakan Yasan Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono IX ini memiliki gerak tari yang terinspirasi dari wayang golek yang populer di Jawa Barat.

"Harapannya, dengan acara Gempita Budaya Jawa Barat-Yogyakarta yang menyuguhkan kesenian tradisi dari Keraton Yogyakarta maupun seniman-seniman Jawa Barat ini, bisa menjadi jembatan antara kebudayaan tanah Pasundan dan Mataram. Sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis antara Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta," tutur KPH Notonegoro.

Acara tersebut digelar terbatas dan hanya dapat dihadiri oleh tamu undangan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sebelum penampilan dimulai, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertukar buah tangan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ridwan Kamil memberikan kopi Preanger, sedangkan Sri Sultan menghadiahkan buku sejarah Keraton Yogyakarta.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono XGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta tentang pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik melalui pendekatan dua kebudayaan yang saling bersaudara.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Area Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (1/12/2021) malam, dalam acara Pesona Jabar.

Malam puncak Pesona Jabar di Candi Prambanan menjadi agenda penutup Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam rangkaian kunjungan kerja hari pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Puncak acara dipungkas dengan penampilan dari Saung Angklung Udjo.

(yum/bbn)