Sederet Peristiwa Berdarah di Area Perbaikan Jalan Raya Cililin

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 18:14 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (dok.detikcom)
Bandung Barat -

Perbaikan ruas jalan sepanjang 72 kilometer di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat atau tepatnya Jalan Raya Cihampelas, Cililin, ternyata memicu konflik berujung pada penganiayaan, bahkan menewaskan seorang warga.

Hanya dalam kurun waktu tiga bulan Polsek Cililin menerima lebih dari lima laporan keributan antara warga dengan warga maupun warga dengan pengendara motor. Namun sebagian perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Berikut detikcom rangkum beberapa kejadian berdarah di Jalan Raya Cililin yang melibatkan pengendara dengan warga maupun antarwarga.

1. Pengeroyokan Sekelompok Warga Terhadap Warga Lainnya

Sekelompok warga tiba-tiba mengeroyok seorang pria yang sedang menjaga dan mengatur arus lalulintas di Jalan Raya Cihampelas-Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (6/10).

Aksi pengeroyokan itu viral di media sosial, lantaran para pelaku menaiki mobil ambulans Desa Batulayang. Padahal saat itu ambulans tersebut sedang melintas namun kemudian disetop untuk mengangkut para pelaku.

Kapolsek Cililin AKP Deni Nurcahyadi mengatakan saat itu pengeroyokan melibatkan antarwarga berbeda kampung yang memperebutkan jatah menjaga kencleng perbaikan jalan.

"Pelaku 5 orang memberhentikan ambulans, saat ini kita sedang kejar. Korban 2 orang luka-luka. Kita masih dalam proses penyelidikan, kita juga sudah minta keterangan sopir ambulans," kata Deni.

2. Penusukan Petugas Penjaga Pengatur Jalan

Yudiana (20) seorang warga Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dianiaya dan ditusuk menggunakan badik oleh dua orang pemuda hingga akhirnya tewas pada 29 Oktober 2021 pukul 21.00 WIB.

Dua pelaku yang menganiaya Yudiana hingga tewas yakni Ahmad Zaenal (20) dan Reza (19). Keduanya kini telah diamankan oleh jajaran Polsek Cililin dibantu Satreskrim Polres Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan peristiwa berdarah tersebut berawal saat korban yang merupakan pengatur lalulintas sukarela tengah melakukan buka tutup Jalan Raya Cihampelas yang sedang dalam perbaikan. Korba terlibat keributan dengan kedua pelaku.

"Korban itu menarik tali pembatas untuk buka tutup jalan. Nah ternyata talinya tersangkut di kendaraan pelaku, kemudian mereka tidak terima," ujar Imron di Mapolres Cimahi.

Kedua pelaku yang tengah dalam pengaruh minuman beralkohol kemudian memaki korban dengan kata kasar. Korban turut terpancing emosinya hingga akhirnya mereka terlibat keributan. "Korban enggak terima karena dimaki pelaku, akhirnya mereka ini berantem. Dua lawan satu korban dikeroyok," ucap Imron.

Saat korban yang tak berdaya akibat dihajar kedua pelaku, salah seorang pelaku kemudian menusuk perut korban menggunakan badik yang selalu dibawanya hingga akhirnya tak sadarkan diri karena luka para yang diderita akibat tusukan tersebut

"Pelaku dengan tegas menusuk korban hingga meninggal dengan badik yang dibawanya. Setelah kejadian itu orangtua korban membuat laporan polisi. Kemudian dilakukan pengejaran, salah satu pelaku ditangkap di Bogor. Keduanya dikenakan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara," tutur Imron.