Viral Aksi Lempar Al-Quran Saat Eksekusi Lahan di Bogor, Ini Kata PN Cibinong

M Solihin - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 22:58 WIB
Eksekusi lahan dan rumah di Bogor diwarnai kericuhan
Eksekusi lahan di Bogor (Foto: Tangkapan Layar)
Bogor -

Eksekusi lahan dan rumah di Perumahan Kota Wisata Gunung Putri Kabupaten Bogor diwarnai kericuhan karena ada perlawanan dari pihak penghuni rumah. Beredar juga ada pelemparan Al-Quran.

Proses eksekusi sempat direkam seseorang dan videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut dinarasikan adanya insiden pelemparan Al-Quran saat proses pengosongan rumah.

Video tersebut sempat diposting oleh akun instagram Jurnalis Junior berjudul VIRAL VIDEO!! MELEMPAR Al Qur'an Saat Eksekusi Lahan Yayasan Fajar Hidayah Berlangsung. Dalam postingannya itu, pemilik akun menyebut video merupakan postingan ulang dari akun jabodetabekcom.

Pada awal video, nampak dua pria berbaju putih yang tengah berusaha masuk melalui atap rumah di lantai dua. Tak lama kemudian video menayangkan seorang pria dari balik pagar berteriak sambil memegang dua buah Al-Quran

"Al-Quran dilempar, Pak. Al-Quran dilempar," teriak seseorang dalam video sambil menunjuk seseorang berbaju putih yang berada di lantai dua rumah yang dieksekusi.

Video berdurasi 59 detik itu kini sudah tayangkan sebanyak 3.582 kali. Sebanyak 277 orang menyukai video tersebut dan 28 kali dikomentari.

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena membenarkan video viral tersebut. Ia juga sempat melihat video viral tersebut. Namun menurutnya, terkait eksekusi lahan merupakan ranah Pengadilan Negeri (PN) Cibinong sebagai eksekutor.

"Sudah tahu saya (soal video viral), sudah koordinasi juga ke pengadilan, karena itu kan (eksekusi) ranahnya pengadilan ya. Kita kan pengamanan di luar ya, itu kan ranahnya pengadilan kalau di dalam," kata Ita ketika dikonfirmasi Kamis (2/12/2021) malam.

"Sampai saat ini belum ada laporan soal itu," imbuhnya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Amran S Herman menanggapi video viral tersebut. Namun menurutnya, tidak ada pelemparan Al-Quran saat proses eksekusi lahan dan rumah di Perumahan Kota Wisata, Gunungputri, Kabupaten Bogor.

"Kalau untuk pelemparan Al Quran itu ngga ada, kalau buku-buku agama yang dikumpulin dari rumah di situ yang diangkut naik, itu ada. Tapi kalau (pelemparan) Al Quran ngga ada lah, masa kami sebagai muslim masa mau buang-buang AlQur'an, ngga logis lah," kata Amran saat dikonfirmasi Kamis (2/12/2021) malam.

"Saya tidak melihat langsung ya soal pelemparan buku, yang jelas semua barang itu dikeluarin sama petugas. Jadi ya namanya juga barang-barang dikeluarin, dengan gerak cepat mereka mengeluarkan semua untuk ditampung. Kalau misalnya ada itu, masa Al Quran dilempar, berdosa sekali Al Quran dibuang-buang," imbuhnya.

"Dari petugas kami, juru sita juga ngga ada lempar-lempar Al Quran," tambah Amran lagi.

Amran menjelaskan, Pengadilan Negeri (PN) Cibinong melakukan eksekusi atas dua lahan berikut bangunan yang berlokasi di Perumahan Kota Wisata, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Proses eksekusi sempat diwarnai kericuhan, karena pihak pemilik lahan dan rumah sempat melakukan perlawanan.

Eksekusi atau pengosongan lahan dan rumah itu dilakukan pada Selasa (30/11/2021). Sempat terjadi kericuhan karena pihak pemilik lahan dan rumah sempat bertahan. Namun kemudian, eksekusi tetap dijalankan dan seluruh barang yang ada di dalam rumah dua lantai tersebut dikosongkan.

"Sebagaimana eksekusi di lapangan pasti ada pro dan kontra. Kami juga sudah berharap dan meminta pihak tergugat untuk tidak melibatkan anak-anak di dalam rumah. Karena mereka tidak tahu menahu persoalan hutang antara Pak Miradas dan Pak Sukur ini," kata Amran saat dikonfirmasi Kamis (2/12/2021).

"Memang ada riak-riak sedikit, tetapi itu terkendali," imbuhnya.

Amran menjelaskan, pelaksanaan eksekusi dilakukan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Cibinong No.20/Pen.Pdt/Eks/2021/PN.Cbi Jo Risalah Lelang No. 341/32/2021 yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor.

"Itu dasarnya hutang piutang, Miradas itu menghutang kepada Bapak Syukur. Sekian lama tidak dibayar hutangnya kemudian diajukan lelang di PN Cibinong. Sebelum dilelang itu dipanggil dulu, diunmaning, tapi kemudian hutangnya tidak dibayar juga, hingga akhirnya dieksekusi. Rumah dan lahan itu yang menjadi pengganti hutang piutangnya itu," jelas Amran.

Upaya hukum, kata Amran, juga sempat dilakukan pihak Miradas. Mulai dari banding hingga kasasi. Namun, semua upaya ditolak hingga akhirnya eksekusi dilaksanakan.

"Jadi kalau kasus hutang piutang ini kan sudah inkrah ya, jadi kalaupun ada tuntutan hukum atau gugatan itu sudah tidak ada kaitannya dengan perkara ini, karena kan sudah inkrah ya," katanya.

Amran menyebut, PN Cibinong sudah dua kali melakukan upaya eksekusi atau pengosongan. Namun tidak berhasil karena selalu ada perlawanan dan melibatkan anak-anak.

"Kemarin itu merupakan tahap ketiga kita lakukan pengosongan terhadap rumah itu. Jadi sebelumnya sudah dua kali kita lakukan pengosongan, cuma karena kan tahap 1 dan 2 itu ada perlawanan, ada pengerahan anak-anak begitu, tidak dilanjutkan, tetapi kita lakukan sebagian. Nah kemarin (Selasa, 30/11/2021) itu finalisasi, kita kosongkan," ungkap Amran.

(mud/mud)