Eksekusi Lahan dan Rumah di Bogor Diwarnai Kericuhan

M Solihin - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 20:24 WIB
Eksekusi lahan dan rumah di Bogor diwarnai kericuhan
Eksekusi lahan dan rumah di Bogor diwarnai kericuhan (Foto: Tangkapan Layar)
Bogor -

Pengadilan Negeri (PN) Cibinong melakukan eksekusi atas dua lahan berikut bangunan yang berlokasi di Perumahan Kota Wisata, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Proses eksekusi sempat diwarnai kericuhan, karena pihak pemilik lahan dan rumah sempat melakukan perlawanan.

Humas PN Cibinong Amran S Herman membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, eksekusi atau pengosongan lahan dan rumah dilakukan pada Selasa (30/11). Sempat terjadi kericuhan karena pihak pemilik lahan dan rumah sempat bertahan. Namun kemudian, eksekusi tetap dijalankan dan seluruh barang yang ada di dalam rumah dua lantai tersebut dikosongkan.

"Sebagaimana eksekusi di lapangan pasti ada pro dan kontra. Kami juga sudah berharap dan meminta pihak tergugat untuk tidak melibatkan anak-anak di dalam rumah. Karena mereka tidak tahu menahu persoalan hutang antara Pak Miradas dan Pak Sukur ini," kata Amran saat dikonfirmasi Kamis (3/12/2021).

"Memang ada riak-riak sedikit, tetapi itu terkendali," imbuhnya.

Amran menjelaskan, pelaksanaan eksekusi dilakukan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Cibinong No.20/Pen.Pdt/Eks/2021/PN.Cbi Jo Risalah Lelang No. 341/32/2021 yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor.

"Itu dasarnya hutang piutang, Miradas itu menghutang kepada Bapak Syukur. Sekian lama tidak dibayar hutangnya kemudian diajukan lelang di PN Cibinong. Sebelum dilelang itu dipanggil dulu, diunmaning, tapi kemudian hutangnya tidak dibayar juga, hingga akhirnya dieksekusi. Rumah dan lahan itu yang menjadi pengganti hutang piutangnya itu," jelas Amran.

Upaya hukum, kata Amran, juga sempat dilakukan pihak Miradas. Mulai dari banding hingga kasasi. Namun, semua upaya ditolak hingga akhirnya eksekusi dilaksanakan.

"Jadi kalau kasus hutang piutang ini kan sudah inkrah ya, jadi kalaupun ada tuntutan hukum atau gugatan itu sudah tidak ada kaitannya dengan perkara ini, karena kan sudah inkrah ya," katanya.

Amran menyebut, PN Cibinong sudah dua kali melakukan upaya eksekusi atau pengosongan. Namun tidak berhasil karena selalu ada perlawanan dan melibatkan anak-anak.

"Kemarin itu merupakan tahap ketiga kita lakukan pengosongan terhadap rumah itu. Jadi sebelumnya sudah dua kali kita lakukan pengosongan, cuma karena kan tahap 1 dan 2 itu ada perlawanan, ada pengerahan anak-anak begitu, tidak dilanjutkan, tetapi kita lakukan sebagian. Nah kemarin (Selasa, 30/11/2021) itu finalisasi, kita kosongkan," ungkap Amran.

(mud/mud)