Pembunuh Pelajar Sukabumi Divonis 2 Tahun 4 Bulan, Ini Kata Keluarga Korban

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 18:05 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Sukabumi -

Majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Sukabumi memberikan vonis hukuman 2 tahun 4 bulan penjara kepada seorang pelajar inisial ME. Remaja tersebut terbukti melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap korban inisial A.

Orang tua korban, Een menganggap vonis hakim itu terlalu ringan. Mereka berencana untuk menempuh banding sebagai bentuk mencari keadilan atas putusan yang mereka anggap penuh dengan kejanggalan tersebut.

"Saya ibu kandung almarhum saya minta keadilan yang seadilnya untuk anak saya. Anak saya itu yatim dari kecil saya besarkan saya mendidik anak saya dengan susah payah, segala kesedihan dirangkul bersama. Lalu anak saya dibunuh," kata Een kepada awak media, Kamis (2/12/2021).

Een berharap ada keadilan. Ia juga berharap Presiden RI Joko Widodo untuk melihat kasus hukum terkait anaknya itu.

"Anak saya dibunuh, saya kecewa dengan putusan hakim, saya minta seadil-adilnya kepada Walikota, anggota dewan, kepada presiden, kepada kejaksaan. Itu cuma dihukum 2 tahun 4 bulan saya mohon keadilan untuk almarhum anak saya dan minta ke pak kapolda, saya minta semua pelaku diadili," ucap Een.

"Keluarga tidak terima dengan keputusan tersebut, saya berharap kawan-kawan media untuk bisa menyampaikan keluhan saya seorang ibu yang kehilangan nyawa anak saya," kata dia.

Soal kejanggalan diungkap Een, di antaranya soal saksi yang menurutnya harus dicari sendiri oleh pihaknya selaku keluarga korban. Permintaan pencarian saksi dikatakan Een atas permintaan pihak kejaksaan untuk kepentingan selama perjalanan kasusnya.

"Apakah saya yang harus cari saksi, siang sambil nyurudcud cipanon (meneteskan air mata) cari saksi siang, malamnya sambil kehujanan. Harus saya yang cari saksi, sementara saksi juga kalaupun ketemu apa mau mereka bertemu dengan saya," tanya Een.

Saat ditanya siapa yang meminta mencari saksi, Een menjawab diminta oleh polisi dan jaksa. "Itu jaksa dan polisi, saya ingin bertanya apakah mencari saksi itu tugas saya yang mencari saksi atau tugas siapa," katanya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Kota Sukabumi Simon Sitorus mengatakan pelaku masih berstatus anak-anak. Terkait vonis dalam kasus tersebut menurutnya hakim menilai pokok perkara pelaku anak dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penganiayaan yang menyebabkan mati dan tanpa hak menguasai dan membawa senjata tajam.

"Dijatuhi hukuman 2 tahun 4 bulan, di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Bandung. Menetapkan masa penangkapan dan penanganan yang telah dijalani anak dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," kata Simon.

Untuk hal memberatkan pertimbangan hakim, pelaku anak telah meresahkan masyarakat dan perbuatan anak juga membahayakan orang lain. "Untuk faktor meringankan anak menyesali perbuatannya, anak masih aktif sebagai pelajar, anak belum petnah dihukum dan anak tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan," kata Simon.

Informasi diperoleh detikcom, kasus tewasnya korban terjadi pada Senin, 25 Oktober 2021 silam. Saat itu korban yang berstatus pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Sukabumi, tewas dengan luka bacokan di kepala setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan medis di RS Kartika Kasih.

(sya/mso)