Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon, BPBD Banten: Perbanyak Alat Deteksi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 19:16 WIB
Ilustrasi tsunami
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Serang -

Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan perlu diperbanyaknya alat pendeteksi tsunami khususnya yang ada di Cilegon. Hal ini terkait adanya potensi tsunami 8 meter di wilayah Cilegon yang bisa terjadi kapan saja seperti disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Nana mengatakan di pesisir Banten alat pendeteksi dan sirine ada di Pasauran di Kabupaten Serang, Labuan dan Panimbang di Lebak. Di Cilegon perlu ada alat serupa dan harus ditempatkan di wilayah aman.

Pasalnya, kata Nana, alat deteksi dini tsunami di Pasauran sempat hilang oleh ulah warga tak bertanggung jawab. Di Cilegon, makanya perlu ada penambahan termasuk misalnya di kawasan-kawasan industri.

"Makanya kita minta ditambah, yang di Cilegon kita minta ditempatkan di tempat yang aman," kata Nana saat berbincang dengan detikcom, Serang, Rabu (1/12/2021).

Berkaca pada kasus tsunami yang disebabkan Anak Gunung Krakatau, saat ini petunjuk jalur evakuasi juga ada yang rusak. Termasuk di Cilegon agar diperbanyak dan menentukan titik kumpul. Khususnya diperbanyak di pesisir pantai wilayah sana.

"Kemarin saat sounding ke kecamatan, ada yang kondisinya masih utuh dan rusak, ini jadi bahan evaluasi. Kita akan koordinasi dengan pemda setempat untuk dipasang kembali," ujarnya.

Sebetulnya, lanjut Nana yang berpotensi tsunami bukan hanya pesisir Cilegon. Pandeglang dan Lebak yang garis pantainya panjang juga memiliki potensi besar dan perlu langkah mitigasi serius.

"Artinya bisa terjadi kapan waktunya tidak bisa diprediksi. Makanya masyarakat tetap waspada. Terutama menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya ramai. Ini tentu bentuk kewaspadaan dini yang disampaikan ke masyarakat agar tetap waspada," pungkasnya.

(bri/mso)