Miris! Batu Lava Letusan Krakatau Jadi Ganjalan Pagar Beton di Carita

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 18:22 WIB
Batu lava sisa letusan Krakatau jadi ganjalan pagar beton
Batu lava sisa letusan Krakatau jadi ganjalan pagar beton (Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Pantai Karangsari, Carita di Kabupaten Pandeglang, Banten memiliki sebuah situs memorial atau memory site berupa bongkahan batu lava sisa letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Namun mirisnya, bongkahan batu tersebut kini malah digunakan untuk mengganjal pagar beton yang dibangun di lokasi tersebut.

Pantauan detikcom di lokasi, batu dengan diameter sekira tiga meter itu kini sudah diapit oleh pagar beton yang terpasang di belakang pos pengelola hingga ke ujung lahan Pantai Karangsari. Karena batu tersebut tak bisa dipindahkan, sang pemasang pagar rupanya malah terus melanjutkan pekerjaannya dengan menyisakan ruang yang hanya cukup untuk batu tersebut tanpa menghilangkan bagian atas dari pager beton itu. Jika dilihat lebih dekat, batu lava sisa letusan Gunung Krakatau ini malah nampak seperti menyangga dan jadi ganjalan dari kokohnya pagar beton.

Warga setempat, Syamsul Hadi mengatakan, pagar beton itu sudah terpasang sejak Minggu (28/11) kemarin. Awalnya, pagar beton di sana tidak sampai menutup bagian atas batu lava.

"Hari Sabtu itu atasnya masih belum dipasang sama beton, tapi pas hari Minggu saya lihat lagi udah ditutup semua batunya," katanya saat berbincang dengan detikcom di Pandeglang, Banten, Selasa (30/11/2021).

Di batu tersebut, juga terdapat tulisan prasasti untuk mengenang letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883. Tulisan itu berbunyi 'Monumen Gunung Krakatau, Semoga Gemuruh Gunturmu, Semoga Kobaran Api Kawahmu, Semoga Gulung Gelombangmu Selalu Mengingatkan Kami Kepada Kebesaran Nya'. Tulisan itu juga dilengkapi nama Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat dan Menteri Pariwisata pada saat itu.

Karena kondisi tersebut, warga mengaku sudah melayangkan protes kepada sang pemasang pagar. Namun sampai saat ini, protes tersebut tak pernah digubris sama sekali.

Bukan tanpa alasan, Syamsul menyebut Pantai Karangsari, Carita merupakan salah satu aset yang dikelola oleh Pemkab Pandeglang. Ditambah, di lokasi bongkahan batu itu warga setiap tahunnya kerap memperingati letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 silam.

"Ini kan jadinya aneh, aset ini milik pemda dan di sana terdapat benda yang merupakan peninggalan sejarah tapi sekarang mah dipagar beton. Itu bukan cuma ngerusak, soalnya di atas batu itu ada coran buat nahan beton. Kan makin parah jadinya," ungkapnya.

Ia pun berharap Pemkab Pandeglang segera turun tangan mengatasi polemik ini. Warga berharap pemkab bisa menindak sang pemasang pagar dan merobohkan pagar beton yang telah menghalangi benda situs memorial tersebut.

"Warga berharap Bupati Pandeglang dan pihak-pihak terkait lainnya agar segera turun ke lapangan dan mengembalikan lagi benda bersejarah itu ke sediakala. Jangan sampai dirusak apalagi dihancurkan seperti itu," tuturnya.

Dikonfirmasi akan hal ini, pengelola Pantai Karangsari, Carita yang resmi ditugaskan oleh Pemkab Pandeglang bernama Tb. Teungku Abdurrohman mengaku tak tahu menahu soal polemik tersebut. Ia pun menyerahkan persoalan itu ke pihak yang langsung mengurus bagian itu.

"Kk ma kirang apal....enggal bae taros ka bagiana (Kakak -menyebut dirinya- kurang hapal, silahkan tanya aja ke bagiannya)," kata Teungku saat dikonfirmasi detikcom melalui pesan singkat WhatsApp.

Sementara Camat Carita Marda mengaku baru mengetahui ada bongkahan batu lava sisa letusan Gunung Krakatau yang malah dipakai untuk mengganjal pagar beton di Pantai Karangsari. Ia pun memastikan sudah melaporkan polemik ini supaya ditindaklanjuti Pemkab Pandeglang.

"Saya juga kurang tahu siapa yang punya tanah itu terus bangun pagar. Saya juga nanya ini kok bisa begini, kan harus dijaga harusnya. Tapi sudah saya laporkan ke Aset, sudah diinformasikan ke sana supaya ditindaklanjuti," pungkasnya.

(mud/mud)