Bentrok Maut di Karawang, Aliansi Ormas: Kami Memohon Maaf

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 11:26 WIB
Aliansi ormas minta maaf atas insiden bentrok maut di Karawang
Aliansi ormas minta maaf atas insiden bentrok maut di Karawang (Foto: Yuda Febrian Silitonga)
Karawang -

Bentrokan maut ormas di Karawang menewaskan satu orang. Aliansi ormas Karawang meminta maaf dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

Bentrokan yang terjadi pada Rabu (24/11/2021) lalu di depan Hotel Resinda hingga menewaskan satu orang. Koordinator Aliansi Ormas Karawang, Suparno mengatakan permohonan maaf dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Pertama, dari hati yang paling dalam, kami mohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada Muspida Kabupaten Karawang dalam hal ini bupati karawang, Dandim 0604 Karawang dan Kapolres Karawang serta umumnya kepada seluruh warga masyarakat Karawang yang terganggu secara fisik dan psikis atas kejadian kemarin. Serta turut berduka cita yang mendalam untuk seluruh keluarga korban dari berbagai pihak," kata pria yang juga Ketua Umum Ormas NKRI Karawang saat konferensi pers di Sekretariat LBH Cakra, Senin (29/11/2021).

Dikatakannya, pihaknya mempercayakan proses hukum kepada pihak aparat dengan seadil-adilnya, berdasarkan pada data dan fakta yang ada.

"Dalam hal ini kami tetap berkomitmen hukum adalah sebagai panglima di Rebuplik Indonesia ini yang kita cintai khususnya di Kabupaten Karawang," tuturnya.

Terkait kejadian yang menewaskan satu orang, pihaknya mengakui tidak mampu membendung kemarahan anggota karena adanya provokasi terlebih dahulu dari pihak Ormas GMBI.

"Kedatangan rombongan ormas luar Karawang dalam jumlah besar memasuki
Karawang, dengan misi dan tujuan yang tidak jelas tersebut dan menyebarkan teror melalui pesan WhatsApp juga menantang ormas di Karawang membuat anggota marah," katanya.

Lanjutnya, dari sebaran pesan singkat itu lah yang akhirnya memicu kemarahan anggota. Namun kata dia, tidak ada pesan dari pimpinan ormas yang tergabung dalam aliansi untuk menyerang pihak GMBI yang sedang memaksa dan menekan perusahaan di kawasan industri.

"Justru kami berkali-kali menegaskan kepada seluruh anggota untuk tidak terprovokasi oleh pihak lain," cetusnya.

Terkait keterlibatan lima anggotanya yang hari ini ditetapkan tersangka oleh kepolisian, pihaknya mengaku akan melakukan pendampingan hukum.

"Untuk anggota kami yang ditetapkan tersangka, kami akan mendampinginya," tuturnya.

Sementara itu, pihaknya juga akan membuat laporan kepolisian atas dugaan provokasi yang dilakukan oleh ketua umum DPP LSM GMBI.

"Kami akan membuat laporan kepada penegak hukum dalam hal provokasi dan yang membawa senjata api di PT. Ichie Kawasan KIIC Karawang, yakni ketua Umum DPP LSM GMBI," tegasnya.

(mud/mud)