Duh, Peneliti Temukan Mikroplastik dalam Tubuh Ikan di Citarum

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 10:56 WIB
Peneliti menemukan mikroplastik di dalam tubuh ikan sungai Citarum
Peneliti menemukan mikroplastik di dalam tubuh ikan sungai Citarum (Foto: Istimewa)
Karawang -

Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) menemukan mikroplastik dalam tubuh ikan dari sampel yang diambil di Sungai Kali Brantas, Bengawan Solo, Citarum dan Ciliwung.

Peneliti ECOTON Eka Chlara Budiarti (25) mengungkapkan adanya temuan mikroplastik di dalam tubuh ikan ini merupakan parameter bahwa sungai-sungainya sudah tercemar mikroplastik.

"Jadi saat ini ada ancaman serius berupa mikroplastik yang mencemari sungai-sungai di Pulau Jawa, dan itu terbukti dari sampel ikan yang diambil dan positif mengandung mikroplastik," kata Alumnus Universitas Diponegoro (Undip) tersebut, Senin (29/11/2021).

Khusus di Sungai Citarum, pihaknya sebelumnya telah melakukan penelitian sejak awal 2021 dengan melakukan uji sampel air sungai bersama para relawan sungai Nusantara.

"Dari hasil penelitian ada 6 ikan yang mengandung mikroplastik Ikan Jendil, Kakap Putih, Kakap Merah, Nila, Bawal dan Bandeng itu diambil dari hilir sungai Citarum hingga muara yang menuju laut di Pesisir Karawang," ucapnya.

Mengetahui temuan tersebut, pihaknya mengingatkan ancaman kesehatan dan pangan dari kandungan mikroplastik dalam tubuh ikan.

"Ada 3 potensi berbahaya yang disebabkan oleh mikroplastik, potensinya yakni bisa secara fisik, kimiawi dan biologi. Secara fisik, mikroplastik akan masuk dalam tubuh kita dan mampu mengiritasi baik saluran pencernaan maupun saluran pernafasan. Jika terakumulasi banyak didalam tubuh akan mengendap dan memicu terbentuknya jaringan sel kanker," katanya.

Selain itu, secara kimiawi mikroplastik mampu mengikat polutan atau senyawa berbahaya di sekitarnya seperti Pestisida, Logam Berat, Detergen, POPs dan sebagainya.

"Mikroplastik juga memiliki kandungan kimia berbahaya salah satunya EDC (Endocrine Disrupting Chemical) yang mampu mengganggu hormon manusia," imbuhnya.

Bukan hanya itu, mikroplastik juga mampu menjadi vektor bakteri patogen atau bakteri infeksius yang bisa menginfeksi jika tidak sengaja masuk ke dalam tubuh manusia.

"Semua bahan kimia tambahan ini bersifat karsinogenik dan mengganggu hormon dan tentunya ikan yang mengandung mikroplstik itu tidak layak untuk dikonsumsi," katanya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta agar pemerintah untuk segera menindaklanjuti temuannya.

"Kami berharap pemerintah untuk bisa mengendalikan polusi plastik di lingkungan. Masyarakat juga harus mulai menghentikan penggunaan plastik sekali pakai seperti sedotan, tas kresek, styrofoam, botol air minum sekali pakai dan saset. Harapannya, agar volume sampah plastik bisa berkurang ke depannya," tandasnya.

(mud/mud)