Pengakuan Eksekutor yang Bacok Mati Siswa SMK Lebak

Rifat Alhamidi - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:51 WIB
Pelaku Pembacokan Siswa SMK Lebak
Polisi menangkap tiga pelaku pembacokan siswa SMK di Lebak. (Foto: Rifat Alhamidi/detikcom)
Lebak -

RG (15), siswa kelas X SMK di Lebak, Banten, kehilangan nyawa usai terkena sabetan celurit di bagian punggung. Polisi menangkap tiga pelaku yang kini sudah ditahan dan dijebloskan ke penjara.

Ketiganya yakni R (21), A (20) dan S (18). Sang eksekutor, R, mengaku aksi sadisnya tersebut spontanitas karena korban menolak berhenti saat melintas di Jalan Raya Cileles-Gunung Kencan, Rabu (24/11).

"Refleks, pak. Setelah diberhentikan, dia (korban) tidak mau berhenti," kata R di Mapolres Lebak, Jumat (26/11/2021).

Pelaku membacok korban menggunakan celurit. Korban meninggal di rumah sakit pada Kamis (25/11), pukul 01.00 WIB.

Dia juga membantah berniat mengeksekusi korban yang tengah melintas sendirian di jalan. R hanya mengaku hendak tawuran dengan pelajar asal Pandeglang, namun akhirnya batal lalu diajak berangkat menuju kawasan Gunung Kencana, Lebak.

"Tadinya niat mau melakukan tawuran sama SMK Pandeglang, kan saya posisinya dibonceng, jadi saya ikut aja. Senjata itu juga bukan punya saya, punya teman. Saya pegang pas di Cileles doang," tutur R.

Dendam dengan Sekolah Korban

R menaruh dendam dengan sekolah tempat belajar korban. Sebab, sebelum lulus sekolah, R kerap terlibat tawuran dengan pelajar di sekolah korban.

"Kalau sama korban enggak (ada dendam), kalau ke sekolahnya iya. Soalnya zaman sekolah sering tawuran sama sekolah itu," ucapnya.

R ternyata dulunya merupakan teman sekelas pelaku lain yang berinisial A. Namun, A harus dikeluarkan dari sekolah lantaran dipenjara atas kasus tawuran pada 2020.

"Dulu sekolah sama R, terus saya keluar gara-gara ditahan. Ditahannya 10 bulan, Itu tawuran sama sekolah SMA Panggarangan," kata R.

Akibat perbuatannya, mereka diancam Pasal 170 Ayat 2 dan atau Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang Kekerasan, dan atau Pasal 76C jo Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara.

(bbn/bbn)