Fenomena 'Gunung Es' Kekerasan Perempuan di Jawa Barat

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 10:31 WIB
Ilustrasi kekerasan
Ilustrasi (Foto: iStock)
Bandung -

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat (DP3AKB Jabar) menyoroti kasus kekerasan terhadap perempuan yang menjadi fenomena gunung es. Pasalnya, masih banyak kasus-kasus kekerasan yang tak terlaporkan sehingga terlambat untuk ditangani.

Seperti diketahui, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung kematian menimpa Sarah (21), warga Kabupaten Cianjur. Ia meregang nyawa karena disiram air keras oleh suami sirinya, Abdul Latief (29) yang merupakan warga dari Timur Tengah. Nyawa Sarah tak terselamatkan karena mengalami luka bakar yang parah.

"Kasus kekerasan Kabupaten Cianjur tahun 2020 berdasarkan data SIMFONI KemenPPA yang kami terima terdapat sebanyak 2 (dua) kasus. Namun kasus yang terlaporkan ini masih merupakan fenomena gunung es, masih banyak kasus-kasus kekerasan yang belum terlaporkan dengan baik," ucap Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Jabar Eka Kusumah kepada detikcom, Selasa (23/11/2021).

"Dan banyak hal yang mempengaruhinya misalnya kasus kekerasan ini masih dianggap aib terlebih lagi karena pelaku kekerasan adalah anggota keluarga sendiri atau orang terdekat korban sehingga enggan melaporkan kekerasan yang terjadi," kata Eka menambahkan.

Lihat juga video 'Penampakan 4 Ton Potongan Gunung Es Greenland Dibawa ke COP26':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)