Ridwan Kamil Minta Pria Arab yang Bunuh Sarah Dihukum Berat

Muhamad Iqbal - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 20:57 WIB
Ridwan Kamil Cicip Kopi Luwak Ciwidey Berlapis Emas di Restoran Burj Khalifa
Ridwan Kamil (Foto: Instagram)
Bandung -

Abdul Latif (29), pria berpaspor Arab Saudi diciduk pihak kepolisian di Bandara Soekarno Hatta karena diduga melakukan pembunuhan kepada Sarah (21) yang merupakan istri sirinya di Cianjur, Jawa Barat. Pria tersebut kini sudah diamankan di balik jeruji untuk menerima proses hukum.

Sebelumnya, Sarah mengalami luka bakar berat di sekujur tubuhnya karena disiram minuman keras oleh sang suami. Nyawanya tidak tertolong ketika akan dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun ikut berkomentar terkait kasus tersebut. Emil, sapaan akrabnya, mengungkapkan duka cita atas kejadian tragis yang menimpa Sarah.

Emil pun meminta agar pihak berwenang menjatuhkan hukuman seberat mungkin kepada tersangka.

"Hari ini kita berduka cita dan alhamdulillah polisi sudah menangkap pelakunya, warga negara asing dari timur tengah. Dan saya minta (tersangka) dihukum seberat beratnya karena tindakan itu, satu, tidak berperikemanusiaan, dua, harus dihukum sesuai aturan. Menurut saya seberat-beratnya supaya tidak menjadi sebuah preseden," ungkap Emil di sela tinjauan ke Sudetan Cisangkuy, Kabupaten Bandung, Senin (22/11/2021).

Emil menuturkan, tragedi di Cianjur menjadi pembelajaran bagi masyarakat khususnya Jawa Barat. Ia mengingatkan agar berhati-hati dalam melakukan hubungan dengan warga negara asing termasuk hubungan pernikahan.

"Jadi pelajaran buat kita semua, yang pertama hati hati melakukan hubungan sosial dengan warga negara asing, yang budayanya berbeda, niatnya berbeda," guru Emil.

Hal ini pun, kata Emil, menjadi konsennya bersama Bupati terkait maraknya kawin kontrak di Cianjur. Pasalnya, kawin kontrak cenderung merugikan dan merendahkan pihak wanita.

"Saya progress dari Bupati Cianjur dan Bogor sudah sangat besar untuk mengurangi istilahnya ada kawin kontrak atau apapun yang merendahkan martabat perempuan," ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya pun meminta agar warga atau korban KDRT segera melapor. "Terakhir kepada ibu ibu rumah tangga, yang ada KDRT, pemprov jabar itu ada hotline, sehingga kalau ada kekerasan rumah tangga kita selesaikan sebelum kekerasan itu menjadi sebuah hal yang sangat besar," pungkasnya.

(mud/mud)