Kasus Sarah Cianjur Menambah Daftar Hitam Kekerasan Perempuan di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 13:33 WIB
Sarah semasa hidup. Wanita Cianjur ini meninggal akibat disiksa dan disiram air keras oleh suaminya.
Pilu Sarah yang tewas disiram air keras oleh suami (Foto: Ismet Selamet)
Bandung -

Kekerasan berujung kematian yang menimpa Sarah (21) di Cianjur menambah daftar hitam kekerasan terhadap perempuan. Menilik kasus di Jabar, ternyata mengalami peningkatan.

Kekerasan terhadap perempuan rupanya masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan Pemprov Jabar. Berdasarkan data yang diperoleh dari Open Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB), tercatat ada 936 kasus kekerasan yang menimpa perempuan di Jabar sepanjang tahun 2020.

Berkaca dari beberapa tahun ke belakang, kasus kekerasan terhadap perempuan ini terus meningkat setiap tahunnya. Dari data yang diperoleh detikcom, pada 2017 dilaporkan terjadi 500-an kekerasan terhadap perempuan, jumlahnya naik signifikan dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 936 kasus.



Artinya, secara persentase ada kenaikan jumlah kasus nyaris 50 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Namun perlu dicatat, kasus yang terdata ini hanya gambaran dari realitas sebenarnya di lapangan.

Dibandingkan dengan kasus kekerasan terhadap laki-laki, kasus kekerasan terhadap perempuan ini jauh lebih mendominasi dengan perbandingan nyaris satu banding tiga (1:3). Dalam catatan DP3AKB Jabar dalam periode yang sama terjadi 336 kasus kekerasan yang menimpa laki-laki.

Kekerasan terhadap perempuan dilaporkan paling banyak terjadi di Kota Bandung dengan catatan 141 kasus. Kemudian diikuti KabupatenSukabumi dengan 134 kasus dan Kota Bekasi 109 kasus. Sementara kabupaten/kota lainnya menyumbang kurang dari 100 kasus kekerasan yang dilaporkan.