Asal Usul Istri Omeli Suami Mabuk di Karawang Jadi Tersangka KDRT

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 16:25 WIB
Istri di karawang dituntut 1 tahun penjara gegara omeli suami mabuk
Foto: Yuda Febrian Silitonga
Bandung -

Tuntutan satu tahun penjara dari Jaksa terhadap istri di Karawang Valencya alias Nengsy Lim yang omeli suami gegara mabuk berbuntut panjang. Lantas bagaimana cerita Valencya bisa jadi tersangka hingga dituntut 1 tahun penjara?

Valencya jadi terdakwa atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis. Dia awalnya dilaporkan suaminya Chan Yu Ching ke Polda Jabar pada September 2020. Setelah dilakukan penyelidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, status Valencya pun ditingkatkan menjadi tersangka pada 11 Januari 2021.

Polda Jabar angkat bicara mengenai kasus itu saat ditangani Polda Jabar. Termasuk penetapan Valencya menjadi tersangka.

"Jadi kan itu ada beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh Direktorat Kriminal Umum ya. Kemudian juga kalau tidak salah yang dilaporkan itu masalah Pasal 45 UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga di mana Pasal 45 ini kan terkait masalah melakukan kekerasan psikis dalam lingkungan rumah tangga," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dihubungi, Selasa (16/11/2021).

Erdi tak menjelaskan lebih rinci terkait pertimbangan apa yang dilakukan penyidik untuk menetapkan tersangka. Namun yang pasti, sambung Erdi, hal itu sudah sesuai dengan pertimbangan penyidik.

"Nah, ini ada beberapa pertimbangan oleh karena itu kasus berjalan terus. Jadi ada pertimbangan penyidik sehingga kasus tersebut berjalan. Kemudian sekarang ini juga perkara ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan tinggi dan sedang dilakukan proses penuntutan oleh kejaksaan tinggi pada sidang pengadilan saat ini," kata dia.

Seperti diketahui, Penanganan perkara ini ternyata berbuntut panjang. Kejagung mendapatkan temuan dugaan pelanggaran dalam proses penanganan kasus dengan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim tersebut.

Hal itu membuat Jaksa Agung ST Burhanuddin mengambil sikap. Kejagung kemudian melakukan eksaminasi khusus dengan beberapa temuan dugaan pelanggaran.

Adapun pelanggaran yang dilakukan mulai dari ketidakpekaan Jaksa dalam penanganan kasus, tidak mengikuti pedoman dalam penuntutan, tak menjalani pedoman perintah harian Jaksa Agung hingga pembacaan tuntutan yang ditunda selama 4 kali.

"Penanganan perkara terdakwa Valencya alias Nancy Lim dan juga terdakwa Chan Yu Ching akan dikendalikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, karena hal ini telah menarik perhatian masyarakat dan pimpinan Kejaksaan Agung," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui siaran langsung di kanal YouTube Kejaksaan RI, Senin (15/11/2021).

(dir/ern)