Tiga Anak Gizi Buruk di Cianjur Meninggal

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 16:23 WIB
ilustrasi anak
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Cianjur -

Anak gizi buruk masih ada di tengah masyarakat Cianjur. Tercatat selama periode Januari hingga September 2021 ada 86 kasus gizi buruk.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Cianjur Rina Yudiantini mengatakan angka kasus gizi buruk di tahun ini masih tinggi, meskipun dibandingkan dengan tahun sebelumnya angka kasusnya menunjukkan penurunan. "Per tahun 2020 kemarin, angka kasus gizi buruk di Cianjur kurang lebih mencapai 153 kasus. Tahun 2021 ini masih berjalan, namun hingga bulan September kurang lebih mencapai 86 kasus. Ada penurunan, tapi kasusnya tetap tinggi," kata dia, Jumat (12/11/2021).

Menurut Rina, dari 86 kasus tersebut, tiga balita meninggal dunia akibat gizi buruk. "Selama tahun 2021 ini, angka kasus kematian gizi buruk ada tiga kasus," kata dia.

Rina menjelaskan banyak faktor penyebab gizi buruk, antara lain pola hidup yang tidak sehat serta asupan gizi yang kurang. Khusus untuk kasus gizi buruk yang berujung kematian, biasanya pengidap gizi buruk juga memiliki penyakit penyerta.

"Beberapa kasus gizi buruk tidak bisa dilihat dari berat badan kasat mata atau tidak normal pada umumnya. Kalau memang tidak mendapatkan asupan gizi yang seimbang, sudah pasti masa perkembangan pada tubuh pun akan terhambat. Diperparah dengan adanya penyakit penyerta," tuturnya.

Selain itu, menurut Rina, pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktor penyebab terus munculnya kasus gizi buruk. Pendapatan masyarakat yang minum akibat ekonomi yang terdampak membuat asupan gizi anak kurang.

"Pandemi ini memberikan efek domino. Lantaran pandemi, kegiatan masyarakat terbatas, ekonomi melemah yang juga membuat penghasilan berkurang atau bahkan tidak punya sama sekali. Sehingga tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan asupan gizi," katanya.

"Tapi kami berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kasus gizi buruk dengan program pemberian gizi tambahan bagi balita dan anak-anak. Kami berharap kasusnya bisa turun di tengah pandemi ini," ujar Rina menambahkan.