ADVERTISEMENT

Jabar Siaga Satu, Ini Daftar Daerah Rawan Bencana Alam

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 11:18 WIB
Sejumlah rumah rusak berat akibat pergerakan tanah di Cianjur
Pergerakan tanah di Cianjur (Foto: Ismet Slamet)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan status siaga satu bencana. Ada beberapa daerah yang dinilai rawan bencana di Jabar. Di mana saja?

"Garut itu kedua di indeks. Pertama Cianjur, kemudian Sukabumi dan Bogor untuk wilayah selatan. Daerah utara ada Cirebon, Karawang dan Indramayu," ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdani dalam program Japri yang diselenggarakan Pemprov Jabar di Gedung Sate, Jumat (12/11/2021).

Dani juga menjelaskan sejak ditetapkannya siaga satu bencana, tercatat ada 57 titik bencana di seluruh Jabar. Bencana meliputi banjir, longsor hingga puting beliung.

Dia mengatakan terjadi peningkatan jumlah kejadian bencana dalam periode yang sama di tahun ini dengan tahun sebelumnya. Namun, dia tak menyebut jumlah bencana yang terjadi baik tahun ini atau tahun sebelumnya.

"Lihat perbandingan ada peningkatan dari jumlah kejadian sejak Oktober-November ini," tuturnya.

Dani menambahkan untuk penanganan bencana alam di Jabar pihaknya sudah menyiapkan segala bentuk kesiapsiagaan. Mulai dari pencegahan hingga penanganan saat terjadinya bencana.

"BPBD sudah antisipasi. BPBD menetapkan status siaga darurat siaga satu ditandai dengan aktivasi posko siaga darurat 1x24 jam 7 hari dalam seminggu.
Dalam hal ini kita tidak bisa bekerja sendiri kami lakukan rakor seluruh instansi yang memang akan terlibat. Juga apel kesiapsiagaan di sinkronkan memantau kesiapsiagaan kordinasi dengan Basarnas TNI dan Polri," kata dia.

Salah satu langkah yang dilakukan, sambung Dani, dengan menyiapkan alat-alat penanganan di lokasi rawan bencana. Seperti di Cianjur, kata dia, alat berat sudah disiapkan di lokasi dekat dengan area rawan bencana.

"Kalau Cianjur selatan kita menyiapkan alat berat di UPTD tidak lagi di kantor dinas karena jarak jauh dari BPBD ke kecamatan di selatan. Jadi harus disiapkan di kantor balai yang disiapkan secara geografis lebih tepat ke daerah rawan bencana," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan bencana siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Status tersebut berlaku dari 15 Oktober hingga 30 April 2022 dan dapat diperpanjang atau diperpendek, sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan.

Penetapan status tersebut tertuang dalam Kepgub Jabar Nomor : 360/Kep. 606-BPBD/2021 yang tertanggal 19 Oktober 2021. Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengimbau kepala daerah dan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar untuk siaga satu menghadapi musim hujan.

"Saya sudah mengimbau kepala daerah bupati wali kota, kepala BPBD siaga satu di musim penghujan ini," kata Kang Emil di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Rabu (10/11/2021).

"Ini musim penghujan sampai Februari-Maret, musim penghujan itu biasanya mengakibatkan dua potensi kebencanaan, satu banjir yang sering kita lihat, kedua adalah longsor biasanya di daerah yang miring," ucapnya.

(dir/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT